Wednesday, July 26, 2017

Kisah Zulaibib dan Bidadari


Kisah Zulaibib dan Bidadari

Kumpulan Cerita Islam (KCI) : Kisah Zulaibib dan Bidadari

Di sudut kota Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulaibib. Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat. dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong melarat. Sebagai seorang yang telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu menikah. Beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, namun selalu ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan.

illustrasi
Zulaibib kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Baginda Nabi. Sambil tersenyum beliau berkata:”Maukah engkau saya nikahkan dengan putri dari kalangan Anshor? “
“saya belum berani ya Rasul, putri sahabat itu terkenal akan kecantikan dan kesholihannya, dan hingga kini ayahnya selalu menolak lamaran dari siapapun.”
Tapi hari berikutnya, ketika bertemu dengan Zulaibib, Rasulullah menanyakan hal yang sama. “Zulaibib, tidakkah engkau menikah?”. Dan Zulaibib menjawab dengan jawaban yang sama. Begitu, begitu, dan begitu. Tiga kali. Tiga hari berturut-turut.
Dan di hari ketiga itulah, Rasulullah menarik lengan Zulaibib dan membawanya ke salah satu rumah seorang pemimpin Anshor. “Aku ingin menikahkan putri kalian.” kata Rasulullah pada tuan rumahnya.
“Betapa indahnya dan betapa barakahnya rumah kita”, begitu tuan rumah menjawab berseri-seri, mengira bahwa sang Nabilah calon menantunya. ” Ooh.. Ya Rasulullah,ini sungguh akan menjadi cahaya yang menyinari di rumah kami.”
” Bukan untukku, tetapi ku pinang putrimu untuk Zulaibib” jawab Rasulullah.
“Zulaibib?”, sahut pemimpin anshor tak percaya.
“Ya. Untuk Zulaibib.” Rasulullah menyakinkan.
” Ya Rasulullah”, terdengar helaan nafas panjang. “Saya harus meminta pertimbangan istri dan putri saya tentang hal ini”
“wahai suamiku?’, istrinya berseru, “Bagaimana bisa? Zulaibib berwajah jelek, tak bernasab, tak berkabilah, tak berpangkat, dan tak berharta. Demi Allah tidak. Tidak akan pernah putri kita menikah dengan Zulaibib”
Perdebatan itu tidak berlangsung lama. Dan akhirnya sang putri dari balik tirai berkata anggun, “Siapa yang meminta?”
“Rasulullah wahai putriku” jawab mereka.
“Ayah dan bunda, jika memang ia didatangkan karena permintaan Rasulullah saw, maka terimalah lamarannya, dan aku ikhlas menjadi istrinya. Demi Allah, kirim aku padanya. Dan demi Allah, karena Rasulullah yang meminta, maka tiada akan dia membawa kehancuran dan kerugian bagiku”.
Putri yang shalehah itu lalu membaca sebait ayat: 

“Dan tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah mereka telah sesat, sesat yang nyata” 
(QS. Al Ahzab : 36)

Mendengar kata2 gadis itu Rasulullah dengan tertunduk berdoa untuk gadis shalihah tersebut, ” Ya Allah, limpahkanlah kebaikan atasnya, dalam kelimpahan yang penuh barakah. Jangan Kau jadikan hidupnya susah dan bermasalah..” (Doa yang indah.)
Akhirnya peminpin anshor dan istrinya menyetujui. pagi itu juga pernikahan diselenggarakan dengan sederhana. Zulebid kemudian memboyong istrinya ke rumahnya.
Sambil memandangi wajah istrinya, ia berkata,” duhai Adinda di wajahmu terlukiskan kecantikan bidadari, apakah ini yang engkau idamkan selama ini? Bahagiakah engkau dengan memilihku menjadi suamimu? dan apakah kita termasuk suatu tanda pasangan surga”
“maksud kakanda..??” istrinya balik bertanya.
” Bukankah syukur dan sabar adalah ciri2 yg dirindu suga, aku selalu bersyukur telah mendapatkan istri seperti adinda, dan adinda selalu bersabar telah mendapatkan suami spt aku”.
Dengan tersipu malu istrinya menyela ” engkau adalah lelaki pilihan rasul yang datang meminangku. Tentu Allah telah menakdirkan yang terbaik darimu untukku. Tak ada kebahagiaan selain menanti tibanya malam ini yang dinantikan para pengantin.”
Zulaibib tersenyum. Dipandanginya wajah indah itu berkali-kali seakan kejadian ini hanyalah mimpi belaka. Tiba-tiba terdengar pintu rumah diketuk. Segera ia bangkit dan membuka pintu. Seorang laki-laki mengabarkan bahwa ada panggilan untuk berkumpul di masjid, panggilan berjihad dalam perang.
Zulaibib masuk kembali masuk rumah dan menemui istrinya. “Duhai istriku yang senyumnya mempesona hingga ke relung jiwa, begitu besar cintaku kepadamu, namun panggilan Allah untuk berjihad melebihi semua kecintaanku padamu. Aku mohon keridhoanmu sebelum keberangkatanku ke medan perang. sekiranya Allah mengetahui semua tujuan jalan hidup kita ini.”
Istrinya menyahut, ” Pergilah wahai suamiku, betapa besar pula kecintaanku kepadamu, namun hak Yang Maha Adil lebih besar kepemilikannya terhadapmu. Doa dan ridhoku menyertaimu”
***
Zulaibib lalu bersiap dan bergabung bersama tentara muslim menuju ke medan perang. Gagah berani ia mengayunkan pedangnya, berkelebat dan berdesing hingga beberapa musuh pun tewas ditangannya. Ia bertarung merangsek terus maju sambil senantiasa mengumandangkan kalimat Tauhid…tak disangka sebuah anak panah dari arah depan tak sempat dihindarinya. Menancap tepat di dadanya. Zulaibib terjatuh, berusaha menghindari anak panah lainnya yang bertebangan di udara. Ia merasa dadanya mulai sesak, nafasnya tersenggal, pedangnya pun mulai terkulai terlepas dari tangannya. Sambil bersandar di antara tumpukan korban, ia merasa panggilan Allah sudah begitu dekat. Terbayang wajah kedua orangtuanya yang begitu dikasihinya. Berganti bayangan wajah Rasulullah yang begitu dihormati, dijunjung dan dikaguminya. Hingga akhirnya bayangan rupawan istrinya. Istrinya yang baru dinikahinya pagi tadi, belum sempat menikamati malam pertamanya. Senyum yang begitu manis menyertainya tatkala ia berpamitan. Wajah cantik itu demikian sejuk memandangnya sambil mendoakannya. Detik demi detik, syahadat pun terucapkan dari bibir Zulebid. Perlahan-lahan matanya mulai memejam, senyum menghiasinya….Zulebid pergi menghadap Ilahi, gugur sebagai syuhada.
***
Senja datang..perang sudah usai
Angin mendesah, sepi…
Gemerlap alunan doa mengiris hati..
Rasulullah dan para sahabat mengumpulkan syuhada yang gugur dalam perang. Ketika perang telah usai, Rasulallah Saw bertanya kepada para sahabat: “Siapa diantara sahabat kalian yang sekarang tidak keliatan dan mungkin menjadi syahid?” Para sahabat pun menyebutkan beberapa nama, tetapi tidak menyebut nama Zulaibib karena dia belum banyak dikenal.” Sepertinya kalian kehilangan seseorang?” Tanya Rasulullah.
“Tidak Ya Rasulullah!”, jawab para sahabat .
“Sepertinya kalian kehilangan seseorang?”, Rasul bertanya lagi. Kali ini lebih tegas lagii.
“Tidak Ya Rasulullah!”. sebagian menjawab dengan terbata-bata dan tak seyakin tadi. Beberapa sahabat menengok ke kiri dan ke kanan.
Rasulullah menghela nafasnya. “Sepertinya aku justru kehilangan Zulaibiib, marilah kita bersama mencarinya!”
Maka para sahabat sadar dan mereka pun mencarinya, ternyata mereka menjumpainya dalam keadaan telah gugur. sedang di sebelahnya terdapat tujuh mayat musuh yang berhasil di bunuhnya sebelum dia gugur semoga Allah SWT melimpahkan ridho-NYA kepada Zulaibib
Rasulullah mengusap tanah dari wajah dan mencium serta menangis dan bersbda:
  “engkau adalah bagian dariku dan aku bagian darimu”.
( HR.muslim dan Ahmad)”
Rasulullah tertunduk di samping jasad Zulaibib. Para sahabat terdiam membisu. Sejenak kemudian terdengar suara Rasulullah seperti kmbali menahan isak tangis. Air mata berlinang di dari pelupuk mata beliau kemudian beliau seolah-olah menengadah ke atas sambil tersenyum. Wajah beliau berubah menjadi cerah. Belum hilang keheranan shahabat, tiba-tiba Rasulullah menolehkan pandangannya ke samping seraya menutupkan tangan menghalangi arah pandangan mata beliau. Para shahabat lalu bertanya-tanya, ada apa dengan Rasulullah.
” Wahai Rasulullah, mengapa engkau menanigis ketika melihat jasad Zulaibib?
Jawab Rasulullah “Aku menangis karena mengingat Zulaibib. Oo.. Zulaibib, pagi tadi engkau datang kepadaku minta restuku untuk menikah dan engkau pun menikah hari ini juga. Ini hari bahagia. Seharusnya saat ini Engkau sedang menantikan malam pertama, malam yang ditunggu oleh para pengantin.”
“Lalu mengapa kemudian Engkau menengadah dan tersenyum?” Tanya sahabat lagi.
“Aku menengadah karena kulihat beberapa bidadari turun dari langit dan udara menjadi wangi semerbak dan aku tersenyum karena mereka datang hendak menjemput Zulaibib,” Jawab Rasulullah.
“Dan lalu mengapa kemudian Engkau memalingkan pandangannya dan menoleh ke samping?” Tanya mereka lagi.
“Aku mengalihkan pandangan menghindar karena sebelumnya kulihat, saking banyaknya bidadari yang menjemput Zulaibib, beberapa diantaranya berebut memegangi tangan dan kaki Zulaibib. Hingga dari salah satu gaun dari bidadari tersebut ada yang sedikit tersingkap betisnya…”
*** Tapi jauh sekali dari tempat itu, di atas tanah yang berbeda dan di dalam udara yang tak sama, sebuah lampu di teras menyala. Sebuah halaman kamar seorang wanita duduk ditemani bunga-bunga di sekelilingnya. Dengan menyandarkan punggung di tiang beranda, istri Zulaibib menanti sang suami yang tak kunjung datang. Ketika terdengar kabar suaminya telah menghadap sang ilahi Rabbi, Pencipta Segala Maha Rasa.
Malam menjelang… Terlelap ia, sejenak berada dalam keadaan setengah mimpi dan dan nyata. Lambat-laun ia seperti melihat Zulaibib datang dari kejauhan. Tersenyum, namun wajahnya menyiratkan kesedihan.
Terdengar Zulebid berkata, “Istriku, aku baik-baik saja. Aku menunggumu disini. Engkaulah bidadari sejatiku. Semua bidadari disini bila aku menyebut namamu akan mengguman cemburu padamu…dan kan kubiarkan engkau yang tercantik di hatiku..”.
Istri Zulaibib, terdiam. Tak lama setelah itu, matanya mulai berkaca-kaca dan airmata kasih yang teramat dalam itupun segeralah tumpah. Ada sesuatu yang mengingang disana.. Sepertinya tak ingin lepas ia dari mengingat acara pernikahan tadi pagi.. Dan bayangan suaminya yang baru saja hadir.. Ia menggerakkan bibirnya..
Tak lama, mengalirlah sebuah doa yang terdengar sayup dan lembut. Suara yang teramat pilu menembus, menusuk hingga ke dinding hati.
“Suamiku doaku selalu menyertaimu, aku sangat mencintaimu… dan dengan semua ketentuan Allah ini bagi kita.. aku ikhlas….”
*******Selamat Zulaibib, selamat bagi orang2 yang shiddiq, selamat bagi orang-orang yang ikhlas dan selamat bagi orang-orang yang menempuh jalan Allah.

Thursday, July 13, 2017

Embracing Islam

Embracing Islam

When Muhammad SAW spread Islam openly in Mecca, Omar reacted very antipatically to him, some notes say that Muslims at that time acknowledged that Umar was their most counted opponent, this is because Umar who already has a very good reputation as a war strategist And a very tough warrior in every battle he passed. Umar is also noted as the one who most and most often uses his power to torture Muhammad's followers.
At the height of his hatred of the teachings of Muhammad SAW, Umar decided to try to kill Muhammad SAW, but on his way he met with one of the followers of Muhammad SAW named Nu'aim bin Abdullah who later gave him the news that Umar's sister had embraced Islam, the teachings brought by Muhammad SAW who wanted to kill him then. Because of the news, Umar was shocked and went home with the intention of punishing his brother, narrated that Umar met his sister reading the Qur'an (Thoha letter verses 1-8), getting angry about it and hitting his sister. When he saw his sister bleed by his blow he became compassionate, and then asked that the reading could be seen, narrated Umar became shaken by what he read, some time after the incident Umar declared embracing Islam, of course the thing that has always membelanyani make Almost the whole of Mecca was shocked that one of the most notorious and most violent men in torturing the followers of Muhammad SAW then embraced the very hatefulness of his teachings, consequently Umar was isolated from the association of Mecca and he became less or less respected by the Quraish high officials who have been known Always defend it.
[Edit] Life in Medina
In the year 622 AD, Umar joined Muhammad and other followers of migration (to Yathrib (now Medina), he was also involved in the battle of Badr, Uhud, Khaybar and assault on Syria In 625 his daughter (Hafsah) married Prophet Mohammed was regarded as the most respected by the Muslims at that time because in addition to his reputation which was famous since pre-Islamic times, also because he was known as the front man who always defended Muhammad and the teachings of Islam on every occasion even without him Hesitantly opposed his old friends with whom he tortured his followers of Muhammad.
[Edit] The death of Muhammad
At the time of the news of Muhammad's death on 8 June 632 AD (12 Rabiul Awal, 10 Hijri) in Medina to the Muslims as a whole, Umar was reported to be one of the most shocked of the event, he hampered anyone to bathe or prepare his body for the funeral. As a result of the shock he received, Umar insisted that Muhammad was not dead but was just being unconscious, and would return at any moment. [1]
Abu Bakr who heard the news rushed back from Medina, he met Umar was holding another Muslim and then said (! Cquote!) "Brethren! Whoever wants to worship Muhammad, Muhammad is dead, but whoever wants to worship Allah, Never die. "! |)
Abu Bakr reminded the shaken Muslims, including Umar at the time, that Muhammad, like them, was an ordinary man, Abu Bakr later recited verses from the Qur'an [2] and tried to remind them of the doctrine that Muhammad taught the mortality of created beings. After that event Umar surrendered and let the burial preparations take place. dear Allah
[Edit] Persons era of Abu Bakr Caliphate
In the time of Abu Bakr as khalifah, Umar was one of his chief advisers. After the death of Abu Bakr in 634, Umar was appointed to replace Abu Bakr as the second Caliph in Islamic history.
[Edit] Being a khalifah
During the reign of Umar, the rule of Islam grew very rapidly. Islam took over Mesopotamia and parts of Persia from the hands of the Sassanid dynasty of Persia (ending the sassanid empire) and took over Egypt, Palestine, Syria, North Africa and Armenia from the Roman Empire (Byzantium). At that time there were two great power states of Persia and Rome. But both have been conquered by the Islamic Caliphate under the leadership of Umar.
History records many of the great battles that were the beginning of this conquest. At the battle of Yarmuk, which occurred near Damascus in 636, 20,000 Islamic troops defeated the 70,000th Roman troops and ended Roman rule in southern Asia Minor. Other smaller Islamic armies won victory over a larger Persian army at the battle of Qadisiyyah (th 636), near the flower

Memeluk Islam

Memeluk Islam
Foto CERITA ISLAMIAH.
Ketika Muhammad SAW menyebarkan Islam secara terbuka di Mekkah, Umar bereaksi sangat antipati terhadapnya, beberapa catatan mengatakan bahwa kaum Muslim saat itu mengakui bahwa Umar adalah lawan yang paling mereka perhitungkan, hal ini dikarenakan Umar yang memang sudah mempunyai reputasi yang sangat baik sebagai ahli strategi perang dan seorang prajurit yang sangat tangguh pada setiap peperangan yang ia lalui. Umar juga dicatat sebagai orang yang paling banyak dan paling sering menggunakan kekuatannya untuk menyiksa pengikut Muhammad SAW.
Pada puncak kebenciannya terhadap ajaran Muhammad SAW, Umar memutuskan untuk mencoba membunuh Muhammad SAW, namun saat dalam perjalanannya ia bertemu dengan salah seorang pengikut Muhammad SAW bernama Nu'aim bin Abdullah yang kemudian memberinya kabar bahwa saudara perempuan Umar telah memeluk Islam, ajaran yang dibawa oleh Muhammad SAW yang ingin dibunuhnya saat itu. Karena berita itu, Umar terkejut dan pulang ke rumahnya dengan dengan maksud untuk menghukum adiknya, diriwayatkan bahwa Umar menjumpai saudarinya itu sedang membaca Al Qur'an (surat Thoha ayat 1-8), ia semakin marah akan hal tersebut dan memukul saudarinya. Ketika melihat saudarinya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat, diriwayatkan Umar menjadi terguncang oleh apa yang ia baca tersebut, beberapa waktu setelah kejadian itu Umar menyatakan memeluk Islam, tentu saja hal yang selama ini selalu membelanyani membuat hampir seisi Mekkah terkejut karena seseorang yang terkenal paling keras menentang dan paling kejam dalam menyiksa para pengikut Muhammad SAW kemudian memeluk ajaran yang sangat dibencinya tersebut, akibatnya Umar dikucilkan dari pergaulan Mekkah dan ia menjadi kurang atau tidak dihormati lagi oleh para petinggi Quraisy yang selama ini diketahui selalu membelanya.
[sunting]Kehidupan di Madinah
Pada tahun 622 M, Umar ikut bersama Muhammad dan pemeluk Islam lain berhijrah (migrasi) (ke Yatsrib (sekarang Madinah) . Ia juga terlibat pada perang Badar, Uhud, Khaybar serta penyerangan ke Syria. Pada tahun 625, putrinya (Hafsah) menikah dengan Nabi Muhammad. Ia dianggap sebagai seorang yang paling disegani oleh kaum Muslim pada masa itu karena selain reputasinya yang memang terkenal sejak masa pra-Islam, juga karena ia dikenal sebagai orang terdepan yang selalu membela Muhammad dan ajaran Islam pada setiap kesempatan yang ada bahkan ia tanpa ragu menentang kawan-kawan lamanya yang dulu bersama mereka ia ikut menyiksa para pengikutnya Muhammad.
[sunting]Kematian Muhammad
Pada saat kabar kematian Muhammad pada 8 Juni 632 M (12 Rabiul Awal, 10 Hijriah) di Madinah sampai kepada umat Muslim secara keseluruhan, Umar dikabarkan sebagai salah seorang yang paling terguncang atas peristiwa itu, ia menghambat siapapun memandikan atau menyiapkan jasadnya untuk pemakaman. Akibat syok yang ia terima, Umar berkeras bahwa Muhammad tidaklah wafat melainkan hanya sedang tidak sadarkan diri, dan akan kembali sewaktu-waktu. [1]
Abu Bakar yang mendengar kabar bergegas kembali dari Madinah, Ia menjumpai Umar sedang menahan Muslim yang lain dan lantas mengatakan (|cquote! :"Saudara-saudara! Barangsiapa mau menyembah Muhammad, Muhammad sudah meninggal dunia. Tetapi barangsiapa mau menyembah Allah, Allah hidup selalu tak pernah mati."! |)
Abu Bakar mengingatkan kepada para pemeluk Islam yang sedang terguncang, termasuk Umar saat itu, bahwa Muhammad, seperti halnya mereka, adalah seorang manusia biasa, Abu Bakar kemudian membacakan ayat dari Al Qur'an [2] dan mencoba untuk mengingatkan mereka kembali kepada ajaran yang diajarkan Muhammad yaitu kefanaan makhluk yang diciptakan. Setelah peristiwa itu Umar menyerah dan membiarkan persiapan penguburan dilaksanakan. ya Allah
[sunting]Masa kekhalifahan Abu Bakar
Pada masa Abu Bakar menjabat sebagai khalifah, Umar merupakan salah satu penasehat kepalanya. Setelah meninggalnya Abu Bakar pada tahun 634, Umar ditunjuk untuk menggantikan Abu Bakar sebagai khalifah kedua dalam sejarah Islam.
[sunting]Menjadi khalifah
Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium). Saat itu ada dua negara adi daya yaitu Persia dan Romawi. Namun keduanya telah ditaklukkan oleh kekhalifahan Islam dibawah pimpinan Umar.
Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pertempuran Qadisiyyah (th 636), di dekat sungai Eufrat. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Abi Waqqas mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad.
Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk salat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih untuk salat ditempat lain agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan ditempat ia salat.
Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administrasi untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam.
Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di zaman itu, ia tetap hidup sangat sederhana.
Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.
[sunting]Kematian
Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Lukluk (Fairuz), seorang budak yang fanatik pada saat ia akan memimpin salat Subuh. Fairuz adalah orang Persia yang masuk Islam setelah Persia ditaklukkan Umar. Pembunuhan ini konon dilatarbelakangi dendam pribadi Abu Lukluk (Fairuz) terhadap Umar. Fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia, yang saat itu merupakan negara adidaya, oleh Umar. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M. Setelah kematiannya jabatan khalifah dipegang oleh Usman bin Affan.
Semasa Umar masih hidup Umar meninggalkan wasiat yaitu[rujukan?]:
Jika engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu. Karena celamu lebih banyak darinya.
Bila engkau hendak memusuhi seseorang, maka musuhilah perutmu dahulu. Karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya terhadapmu selain perut.
Bila engkau hendak memuji seseorang, pujilah Allah. Karena tiada seorang manusia pun lebih banyak dalam memberi kepadamu dan lebih santun lembut kepadamu selain Allah.
Jika engkau ingin meninggalkan sesuatu, maka tinggalkanlah kesenangan dunia. Sebab apabila engkau meninggalkannya, berarti engkau terpuji.
Bila engkau bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiplah untuk mati. Karena jika engkau tidak bersiap untuk mati, engkau akan menderita, rugi ,dan penuh penyesalan.
Bila engkau ingin menuntut sesuatu, maka tuntutlah akhirat. Karena engkau tidak akan memperolehnya kecuali dengan mencarinya.

11 Events in Islamic History Occurring in the Month of Ramadan

11 Events in Islamic History Occurring in the Month of Ramadan

The month of Ramadan is not merely a holy month for Muslims. In the history of Islam, a number of major events that are very decisive and meaningful for Muslims occur this month. At least, there are 11 important events that occurred in Islamic history, either classical or modern. What are the events?
Here are 11 Historical Islamic Events in the Month of Ramadan.
1. The Liberation of Mecca (Fathul Makkah)
What is Fathul Makkah? The event of Fathul Makkah is an event in which the Prophet Muhammad and his Companions succeeded in mastering Mecca and destroying the idols around him. So the Ka'bah is holy again. This event stems from the Hudaybiya treaty of 628 AD This is an agreement between the Muslims and the Quraysh. This agreement occurs when a group led directly by the Prophet Muhammad was to perform the pilgrimage in the House. However, the Quraysh see it as a threat. If the people of Medina, who in fact are the rivals of the infidels of Quraish, came to Makkah, then what would people say? For this reason, the leaders of Quraish with all efforts to formulate a strategy, namely binding the Muslims in an agreement so as not to be free to visit Makkah. And there was Hudaibiyah agreement. The fear of the infidels of Quraish is quite natural, because after the Prophet and several hundred friends emigrated from Makkah to Yathrib (Medina), between the Muslims and the Quraysh almost always the inevitable warfare. In a 20-day siege by 10,000 Quraish troops against Madinah in 627 AD, the Holy Prophet and the 3,000 Muslims succeeded in defending Medina.
The contents of Hudaibiyah agreement include:
First, a ten-year truce
Second, Muslims are allowed to enter Mecca the following year, staying there for three days with only a weapon.
Third, work together in a case that brings to the good.
Fourth, the Quraysh who fled to Islam should be returned to Makkah.
Fifth, the Muslims who fled to Makkah were not returned to Medina,
Sixth, both sides may establish cooperation with other tribes but should not be helpful in terms of warfare.
Finally in 630 precisely on the 10th of Ramadan 8 H, the Prophet Muhammad and 10,000 troops moved from Medina to Makkah, and then controlled Mecca as a whole without any bloodshed, as well as destroying the idols placed in and around the Kaaba.
2. The Moon Descended the Qur'an
Allah Subhanahu wa Ta'ala says in the Qur'an: "(The appointed day is a) The month of Ramadan, the month in which the Qur'an begins to guide us as a guide for man and the explanations of that clue and the distinction (between the right and the one Vanity) ... "(Surat al-Baqarah: 185)
Imam Ibn Kathir explains: "Allah SWT praises Ramadan among other months, for He has chosen him among all the months as the month upon which the great Qur'an is revealed." As Allah specified Ramadan as the month of the revealed Qur'an, it has been mentioned by Hadith that in the month of Ramadan also other books of Allah revealed to the Prophets before the Prophet Muhammad.
Imam Ahmad ibn Hanbal in his Musnad narrated: "The sheets (shuhuf) of Prophet Ibrahim were revealed at the beginning of the night of Ramadan and the Torah was revealed on the sixth of Ramadan, and the Gospel was revealed on the thirteenth of Ramadan, while the Qur'an was revealed on the twenty-fourth of Ramadan (Ahmad in Musnad, and expressed hasan by Shaykh Al-Albani in As-Silsilah Ash-Shahihah, 1575)
3. The War of Badr
On Friday 2nd Ramadhan the 2nd year H happened the first war in Islam known as Badr War. Badar is the name of a place in a valley that lies between Medina and Makkah. The Islamic army controls the strategic location by controlling the water resources in the area.
This war involves 313 members of the Islamic army facing up to 1,000 fully armed Makkah polytheists. In this war, the Islamic army wins the battle with 70 polytheists killed, 70 more captive. The rest ran away.
This war was a remarkable one when the less-numbered, weak army from the point of completeness and fasting in the month of Ramadan won the battle of Badr War. This proves that fasting is not the cause of Muslims being weak and lazy to the contrary to try to achieve the pleasure of Allah. The man who strives for the pleasure of Allah must reach the promised victory.
"Surely God has helped you in the battle of Badr, when ye are (the) of the weak, therefore fear Allah, that ye may be grateful for Him" ​​(Surah Al-Imran: 123)
4

Guru di Baghdad Mintakan Ampun Sang Murid di Ar Rahbah

Guru di Baghdad Mintakan Ampun Sang Murid di Ar Rahbah

Terkait

Saat itu tanpa disengaja Abu Amru memandang seorang wanita yang cantik, hingga akhirnya ia pun tersadar dan segera beristighfar.
Ketika Abu Amru pulang ke rumahnya, berkatalah budak wanita tua miliknya,”Wahai tuan, kenapa aku menyaksikan wajah anda berwarna hitam?” Abu Amru pun segera melihat wajahnya di cermin, ternyata benar apa yang dikatakan budaknya tersebut.
Abu Amru pun akhirnya mengingat-ingat sebabnya, kenapa wajahnya berubah, hingga akhirnya ia ingat bahwa ia telah memandang wajah seorang wanita asing. Akhirnya Abu Amru pun beristighfar dan memilih menyendiri selama empat puluh hari.
Di masa ia menyendiri, hatinya pun menyeru,”Datanglah ke gurumu Al Junaid!” Akhirnya Abu Amru pun melakukan perjalanan untuk datang kepada Al Junaid yang berada di Baghdad.
Ketika ia sampai di rumah Al Junaid, Abu Amru pun mengetuk pintunya. Dari dalam Al Junadi pun menyahut,”Masuklah wahai Abu Amru! Engkau melakukan dosa di  Ar Rahbah, dan kami memintakan ampunan untukmu di Baghdad!” (Tarikh Baghdad, 7/247)

Thursday, June 29, 2017

Cleric of Al-Quran VS Killer

Al-Quran really has become a grip in every breath and step of his life. Every activity in his life is always coupled with the Koran. He is the best student of Ibn Abbas Radhiyallahu 'anhuma, ie Said bin Jubair. Although he is black, but has a brilliant white person with high morals and devotion. The scholars of the tabiin, until Imam Ahmad said,

والله لقد قتل سعيد بن جبير, وما المسلمين, إلا وهو بحاجة إلى علمه

'It has killed Said bin Jubair. Whereas all the Muslims of the earth need the knowledge of Said bin Jubair. '(Al-Bidayah wa an-Nihayah, 12/467).


Illustration Drawings

Said bin Jubair died killed by Hajaj bin Yusuf ats-Tsaqafi. The governor of Mecca, Medina, Thaif and Iraq. He is known as a cruel ruler, killing many scholars and Muslims. It was he who killed Abdullah bin Zubair Radhiyallahu 'anhu, the grandson of Abu Bakr as-Siddiq Radhiyallahu' anhu.

Said bin Jubair, was once a state fugitive with Abdurrahman Ibnul Asy'ats. After Ibn al-Ash'at was arrested, Said fled to Asfahan. When his escape was known, he moved to Mecca. Once known to his existence, he did not move. "By Allah, I am ashamed of God, where I must flee, and there is no place to escape from the taqdir of Allah."

After the troops surrounded his house Said, they knocked on the door loudly. After Said opened the door, and watched their faces, he said,

حسبنا الله ونعم الوكيل, ماذا تريدون?

"We pass on to God, and He is the best place to depend on. What do you want? "

"Hajjaj wants to meet you now." They replied.

"Wait a minute." She showered, put on perfume, hair oil, and put on her shroud. Then out of the house while praying,

اللهم يا ذا الركن الذي لا يضام, والعزة التي لا ترام, اكفني شره

O God, The ingredient of an unbeatable shelter. The Owner of strength, no one is able to reach it.

Said met Hajjaj in a very angry state, he delivered his greetings,

السلام على من اتبع الهدى

Salvation for those who follow the path of instruction.

This is the greeting of Moses to Pharaoh.

"What's your name?" Hajjaj asked.

"Said bin Jubair."

"Wrong, you Syaqy bin Kasir. (The wretched man of bin perish). "Tukas Hajjaj.

"My mother knows best about my name."

"You are wretched, your mother is wretched," said Hajjaj.

"The matter of unseen (woe in the afterlife), only God knows." Said replied.

"What do you think of Muhammad?" Asked Hajjaj.

"Nabiyul Huda, Imamul Rahmah (Prophet of Guidance, Leader of Compassion)."

"What do you think of Ali?" Asked Hajjaj.

"He has gone to God, the priest of Huda (the dreamer of righteousness)."

"Then what do you think of me?" Asked Hajjaj.

"The tyrant, who will meet God with the blood of the Muslims."

"Bring gold and silver." Pinta Hajjaj.

The troops came with two gold and silver buckets and poured directly in front of Said.

"What the hell is this, Hajjaj? If you are going to give up this thing in order to redeem God's judgment, it is a good deed for you. If this is the treasure that you have taken from the poor in an arrogant way, by Allah, the Day of Resurrection is more frightening. "

"Bring a musical instrument and a singing girl." Pinta Hajjaj.

The instrument was played in the girl while singing. Saidpun cried to wet his beard.

"What is wrong with you? You touched. "

"No. But I see this girl being forced to do something that is not the purpose she was created. "

"Why do not you laugh like us?" Asked Hajjaj.

"Because our hearts are different and not the same."

"I will turn this dinar into a blazing fire," said Hajjaj.

"If you can, you do not worship." Tukas Said.

"I'll kill you, in a way I never did to anyone else. Please choose, what way do you want? "Threatened Hajjaj.

"Instead, you choose what you want. By Allah, whatever way you use to kill me, surely Allah will reward him in the same way on the Day of Resurrection. "Threatened back Said.

"Kill him !!" orders Hajjaj.

Then Said faces Qiblah while reading the word of God,

وجهت وجهي للذي فطر السماوات والأرض حنيفا وما أنا من المشركين

"I confront my face with the Essence which created the heavens and the earth with submission. And I am not of the polytheists. "(Surat al-An'am: 79).

"Put him on the other side of the Qibla." Hajjaj's command.

Said read the word of God,

فأينما تولوا فثم وجه الله

Wherever you are, there is the face of God. (Surah Al-Baqarah: 79).

"Put him on the ground." Hajjaj's order.

Said smiled and read the word of God,

منها خلقناكم وفيها نعيدكم ومنها نخرجكم تارة أخرى

From the land We created you, to the land We give you back, and from the land We raise you up for the second time. (Sura Thaha: 55).

"Slaughter on

Ulama Al-Quran - Pembunuh

Al-Quran benar-benar telah menjadi pegangan dalam setiap nafas dan langkah hidupnya. Setiap aktivitas dalam hidupnya selalu bersanding dengan al-Quran. Beliau adalah murid terbaik Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, yaitu Said bin Jubair. Walaupun beliau berkulit hitam, tetapi memiliki pribadi putih cemerlang dengan akhlak dan ketaqwaan yang tinggi. Para ulama tabiin, hingga Imam Ahmad  mengatakan,

والله لقد قتل سعيد بن جبير، وما أحد على الدنيا من المسلمين، إلا وهو بحاجة إلى علمه

‘Telah terbunuh Said bin Jubair. Padahal semua kaum muslimin penduduk bumi  membutuhkan ilmu Said bin Jubair.’ (al-Bidayah wa an-Nihayah, 12/467).

Gambar Ilustrasi

Said bin Jubair meninggal dibunuh oleh Hajaj bin Yusuf ats-Tsaqafi. Gubernur yang memimpin wilayah Mekah, Madinah, Thaif, dan Iraq. Dia dikenal sebagai penguasa yang kejam, membunuh banyak ulama dan kaum muslimin. Dialah yang membunuh Abdullah bin Zubair Radhiyallahu ‘anhu, cucu Abu Bakr as-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu.

Said bin Jubair, dulu pernah menjadi buron negara bersama Abdurrahman Ibnul Asy’ats. Setelah Ibnul Asy’at berhasil ditangkap, Said melarikan diri ke Asfahan. Ketika tempat pelariannya diketahui, beliau pindah ke Mekah. Setelah diketahui keberadaanya, beliau tidak pindah. “Demi Allah, saya malu kepada Allah, ke mana saya harus lari, dan tidak ada tempat menghindari dari taqdir Allah.”

Setelah pasukan mengepung rumahnya Said, mereka mengetuk pintu dengan keras. Setelah Said membukakan pintu, dan memperhatikan wajah-wajah mereka, beliau mengatakan,

حسبنا الله ونعم الوكيل ، ماذا تريدون؟

“Kami pasrahkan kepada Allah, dan Dia sebaik-baik tempat bergantung. Apa yang kalian inginkan?”

“Hajjaj ingin ketemu kamu sekarang.” Jawab mereka.

“Tunggu sebentar.” Beliaupun mandi, memakai minyak wangi, minyak rambut, dan memakai kain kafannya. Lalu keluar rumah sambil berdoa,

اللهم يا ذا الركن الذي لا يضام، والعزة التي لا ترام، اكفني شرّه

Ya Allah, Dzat pemilik tempat berlindung yang tidak terkalahkan. Sang Pemilik kekuatan, tidak ada satupun yang mampu menggapainya.

Said menemui Hajjaj dalam keadaan sangat marah, beliau menyampaikan salam,

السلام على من اتبع الهدى

Keselamatan bagi mereka yang mengikuti jalan petunjuk.

Ini adalah salamnya Musa kepada Firaun.

“Siapa namamu?” tanya Hajjaj.

“Said bin Jubair.”

“Salah, kamu Syaqy bin Kasir. (orang celaka bin binasa).” Tukas Hajjaj.

“Ibuku paling tahu tentang namaku.”

“Kamu celaka, ibumu celaka.” Kata Hajjaj.

“Masalah ghaib (celaka di akhirat), hanya Allah yang tahu.” Jawab Said.

“Apa pendapatmu tentang Muhammad?” tanya Hajjaj.

“Nabiyul Huda, Imamul Rahmah (Nabi pembawa petunjuk, Pemimpin kasih sayang).”

“Apa pendapatmu tentang Ali?” tanya Hajjaj.

“Beliau telah menuju Allah, imam Huda (pemimpi kebenaran).”

“Lalu apa pendapatmu tentang diri saya?” tanya Hajjaj.

“Orang dzalim, yang akan bertemu Allah dengan menanggung darah kaum muslimin.”

“Bawakan emas dan perak.” Pinta Hajjaj.

Para pasukan datang membawa dua ember emas dan perak dan langsung dituang di depan Said.

“Apa-apaan ini, Hajjaj? Jika kamu hendak sedekahkan barang ini agar bisa menebus hukuman Allah, itu amal soleh bagimu. Jika ini harta yang kamu rampas dari si miskin dengan cara sombong, demi Allah, hari kiamat lebih menakutkan.”

“Bawakan alat musik dan gadis penyanyi.” Pinta Hajjaj.

Alat musik itu dimainkan di gadis sambil bernyanyi. Saidpun menangis hingga membasahi jenggotnya.

“Kamu kenapa? Kamu terenyuh.”

“Tidak. Tapi saya melihat gadis ini dipaksa melakukan sesuatu yang bukan tujuan dia diciptakan.”

“Mengapa kamu tidak ikut tertawa seperti kami?” tanya Hajjaj.

“Karena hati kita berbeda dan tidak sama.”

“Aku akan ganti dinar ini menjadi api yang menyala.” Kata Hajjaj.

“Kalau kamu bisa, kamu tak sembah.” Tukas Said.

“Akan kubunuh kamu, dengan cara yang tidak pernah kulakukan pada orang lain. Silahkan pilih, cara apa yang kamu inginkan?” ancam Hajjaj.

“Sebaliknya, kamu pilih cara apa yang kamu inginkan. Demi Allah, cara apapun yang kau gunakan untuk membunuhku, pasti Allah akan membalasnya dengan cara yang sama pada hari kiamat.” Ancam balik Said.

“Bunuh dia!!” perintah Hajjaj.

Kemudian Said menghadap kiblat sambil membaca firman Allah,

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan tunduk. Dan saya bukan termasuk orang musyrikin.” (QS. Al-An’am: 79).

“Hadapkan dia ke selain arah kiblat.” Peritah Hajjaj.

Said membaca firman Allah,

فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ

Kemanapun kalian menghadap, di sana ada wajah Allah. (QS. Al-Baqarah: 79).

“Telungkupkan dia ke tanah.” Perintah Hajjaj.

Said tersenyum dan membaca firman Allah,

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى

Dari tanah Kami ciptakan kalian, ke tanah Kami kembalikan kalian, dan dari tanah Kami bangkitkan kalian untuk yang kedua kalinya. (QS. Thaha: 55).

“Sembelih dia.” Perintah Hajjaj.

Seketika itu Said berdoa,

اللهم لا تسلط هذا المجرم على أحد بعدي

“Ya Allah, jangan beri kesempatan orang dzalim ini untuk membunuh seorangpun setelah dia membunuhku.”

Beliau meninggal, wafat untuk beristirahat dari kejahatan penguasa dzalim, dan Allah ijabahi doanya.

Setelah kejadian itu, Hajjaj jatuh sakit. Keluar penyakit kulit di sekujur tubuhnya. Dia sakit sebulan penuh, tidak bisa merasakan makanan dan minuman, dan tidak bisa tidur nyenyak.

Setiap kali dia tidur, dia selalu bermimpi berenang di sungai darah. Dia selalu mengatakan, ‘Bagaimana nasibku dengan Said…bagaimana nasibku dengan Said…’ hingga dia mati.

Ibnu Jarir mengatakan, tahun kematian Said dikenal dengan tahun Ulama. Karena pada tahun itu, banyak ulama Madinah yang wafat. Dimulai dari Ali bin Husain Zainul Abidin (cucu Ali bin Abi Thalib), Urwah bin Zubair, Said bin Musayib, Abdurrahman bin Harits, dan Said bin Jubair. (al-Bidayah wa an-Nihayah, 9/115).

Allahu a’lam. Silakan tekan share jika kisah Said ini jika dirasa bermanfaat untuk teman atau saudara kita. Wassalam.

The Real Story of Muslim Youth In The Elevator With American Women


Takbiasa.com - This is a story taken from various sources. A real story that is very interesting and inspirational to be taken lesson for us all. A story, which may be on this day we should reflect on each of us, what have we done to what Allah forbid?

And Allah will always help His patient, patient servant in obedience to Him and stay away from His prohibition. Here is the story delivered by Shaykh Muhammad Hassan (may Allah guard it):

Word of Allah:

قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم ويحفظوا فروجهم ذلك أزكى لهم إن الله خبير بما يصنعون. وقل للمؤمنات يغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن ولا يبدين زينتهن إلا ما ظهر منها

Say to the believer: "Let them restrain their sight, and keep their cock; That is more holy to them, Allah is well acquainted with what they do. " Say to the believing woman: "Let them withhold their sight, and their cock, and let not their jewelry be seen, except that (as is) visible from him (QS.An Nuur: 30-31)

A story from a young man, one of the young Muslims in America, this young man from Morocco, he is a very poor Moroccan boy. In a visit, I asked him about it. This young man is about 24 or 25 years old. They replied: MasyaAlloh, he is now in good condition, so I asked what happened, they replied: he is now a millionaire. I also asked: millionaire? Is he gambling or doing something? They replied: "No, he did not do it." Then what has happened ??

Subhanalloh, one day he was in an elevator in one of the high rise buildings, and with the will of Allah in the elevator there were many people in it. Then everyone came out one by one until the boy lived with a very beautiful American woman, then the elevator moved up to several floors. The young man kept staring at the elevator floor. (Subhanalloh). There is only the young man and the woman, but he does not look at him though. She was beautiful ... that was a strong slander ..., and she never looked at her. The woman (when they were really together then) was afraid, for fear it might be raped, but the young man did not look at him at all. The woman then curiously kept looking at the gestures and how she was not looking at him. She was confused and surprised. The woman but still feel very afraid, then they come to the floor where the young man came out, so he came out of the elevator. The woman follows her and dismisses the young man (the young man is gifted with fluent English and a radiant face).

The woman asked the young man: "Am I not pretty ???"

He replied: "I do not know !! I do not look at you "

The woman said: "why? Why do not you look at me ?! Am I not pretty ?? !! "

The young man replied: "my religion forbids me from it"

(Subhanalloh)

The woman then asked the young man again: "why do not you try to kiss or rape (me) ?! "(Naudzubillah)

The young man replied: "no ,, I try to take refuge in Allah, I am afraid of Allah"

The woman then asked: where is Allah ?? Where is Allah you fear so much?

Then the young man began to explain some sentences about Islam and tauhid.

The woman said: Is it Islam that forbids you from looking at me, not letting you do harmful actions? "

He said: "yes". And he then explains to him.

The woman then said: "would you marry me ??"

He said: "I am a Muslim, what is your religion ??"

The woman said: "I am not a Muslim"

He said: "this is not allowed"

The woman said: "If I go into your religion, will you marry me?"

He said: "yes"

The woman said: "what should I do ??"

He said: "do this and this (while advising)"

So Allah made the man as the cause of the woman enter Islam, just by bowing the view. Know he just lowered his gaze. Will our youths think like that ?? A very rare occurrence. One of the most precious teachings, and it may be difficult for us.

She married her and gave all her wealth, and the young man got great luck as our brothers have told me, this young man with the gift of Allah having a beautiful wife. Then it becomes better than the red camel (treasured treasure, pent) with the cause of its entry
Google Terjemahan untuk Bisnis:Perangkat PenerjemahPenerjemah Situs Web

Kisah Nyata Pemuda Muslim Dalam Lift Bersama Wanita Amerika



tidakbiasa.com - Ini adalah sebuah kisah yang diambil dari berbagai sumber. Sebuah kisah nyata yang sangat menarik dan inspiratif untuk bisa diambil pelajarannya bagi kita semua. Sebuah kisah, yang mungkin pada hari ini kita selayaknya bercermin pada diri kita masing-masing, apakah yang selama ini diri kita perbuat terhadap apa-apa yang Alloh larang?

Dan Alloh akan selalu menolong hambaNya yang sabar lagi ikhlas dalam menjalankan ketaatan kepadaNya dan menjauhi laranganNya. Berikut kisah yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad Hassan (semoga Alloh menjaganya):

Firman Alloh:

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ . وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya (QS.An Nuur:30-31)

Sebuah kisah dari seorang pemuda, salah satu dari pemuda muslim di Amerika, pemuda ini berasal dari Maroko, dia adalah pemuda Maroko yang sangat miskin. Dalam sebuah kunjungan, saya menanyakan tentangnya.  Pemuda ini berusia sekitar 24 atau 25 tahun. Mereka menjawab: MasyaAlloh, dia sekarang dalam kondisi baik, maka saya bertanya apa yang terjadi, mereka menjawab: dia kini menjadi seorang jutawan. Saya pun bertanya: jutawan? Apakah dia berjudi atau melakukan sesuatu?. Mereka menjawab: “Tidak, dia tidak melakukakannya”. Lalu apa yang telah terjadi??

Subhanalloh, suatu hari dia berada dalam sebuah lift di salah satu gedung  bertingkat, dan dengan kehendak Alloh dalam elevator tersebut ada banyak orang didalamnya. Lalu semua orang keluar satu persatu hingga tinggallah hanya si pemuda tadi dengan seorang wanita Amerika yang sangat cantik, kemudian lift itupun bergerak ke atas hingga beberapa lantai. Pemuda tersebut tetap menatap lantai lift. (Subhanalloh). Disana hanya ada si pemuda dan si wanita tersebut, tapi dia tidak menatapnya sekalipun. Wanita itu cantik… yang itu merupakan fitnah yang kuat…, dan dia tidak pernah menatap wanita itu. Wanita itu (ketika mereka benar-benar berdua saat itu) merasa takut, karena khawatir mungkin saja akan diperkosa, tapi pemuda tersebut tidak menatapnya sama sekali. Wanita itu kemudian penasaran terus melihat gerak-gerik dan bagaimana dia tidak menatapnya. Dia merasa bingung dan heran. Wanita itu tapi tetap merasa sangat takut, maka sampailah mereka dilantai dimana pemuda tersebut keluar, maka dia pun keluar dari lift. Wanita tersebut mengikutinya dan memberhentikan si pemuda (pemuda tersebut di karuniai bahasa inggris yang lancar dan wajah yang bercahaya).

Wanita tersebut bertanya kepada si pemuda: “Apakah aku tidak cantik???”

Dia menjawab: “saya tidak tahu!! Saya tidak melihat kearahmu”

Wanita tersebut berkata: “mengapa? Mengapa kau tidak menatapku?! Apa aku tidak cantik??!!”

Pemuda itu menjawab: “agamaku melarangku dari hal itu”

(subhanalloh)

Wanita itu kemudian bertanya lagi kepada si Pemuda: “mengapa kau tidak mencoba mencium atau memperkosa(ku)?! ” (Naudzubillah)

Pemuda itu menjawab: “tidak,, saya berusaha untuk berlindung kepada Alloh, saya takut pada Alloh”

Wanita itu kemudian bertanya: dimana Alloh?? Dimana Alloh yang begitu kau takuti itu?

Kemudian pemuda itu mulai menjelaskan beberapa kalimat tentang islam dan tauhid.

Wanita itu berkata: Islamkah yang melarangmu dari menatapku, tidak membiarkanmu melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan?”

Dia berkata: “ya”. Dan dia kemudian menjelaskan kepadanya.

Wanita itu kemudian berkata: “maukah kau menikah denganku??”

Dia berkata: “saya seorang muslim, apa agamamu??”

Wanita itu berkata: “saya bukan seorang muslim”

Dia berkata: “hal ini tidak diperbolehkan”

Wanita itu berkata: “jika aku masuk kedalam agamamu, maukah kau menikah denganku??”

Dia berkata: “ya”

Wanita itu berkata: “apa yang harus aku lakukan??”

Dia berkata: “lakukan ini dan ini (sambil memberi saran)”

Maka Alloh menjadikan laki-laki tersebut sebagai sebab wanita itu masuk islam, hanya dengan menundukkan pandangan. Ketahuilah dia hanya menundukkan pandangannya. Akankah para pemuda kita berpikiran seperti itu?? Suatu hal yang sangat jarang terjadi. Salah satu ajaran yang sangat berharga, dan hal ini mungkin sulit terjadi pada kita.

Dia (wanita) menikahinya (pemuda) dan memberikan semua kekayaannya, dan pemuda itupun mendapat keberuntungan yang besar sebagaimana saudara-saudara kita telah menceritakannya padaku,  pemuda ini dengan karunia Alloh mempunyai seorang istri yang cantik. Maka hal ini menjadi  lebih baik daripada unta merah (harta yang berharga, pent) dengan sebab masuknya wanita itu ke dalam Islam, dan wanita itu juga mempunya semua kekayaan ini. Maka benarlah apa yang Alloh katakan seperti yang Dia firmankan dalam Al-Qur’an: QS at-talaq ayat 3:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Saya bersumpah demi ALLOH, saya bersumpah demi Alloh, barangsiapa yang takut pada Alloh, Alloh akan memnyediakan baginya apa-apa yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Dia menundukkan pandangan dari apa yang Alloh telah melarangnya.

(diterjemahkan oleh bintu sayadi dari video Syaikh Muhammad Hassan diwww.islamic-emirates.com). Yuk bantu share kisah ini ke teman-teman kita. Semoga bermanfaat.

Kisah Nyata : KEAJAIBAN SEDEKAH YANG MENAKJUBKAN

Kisah Nyata : KEAJAIBAN SEDEKAH YANG MENAKJUBKAN



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Di Bontang, Kalimantan Timur ada sebuah perusahaan kaya raya dengan fasilitas yang luar biasa bagi karyawannya. Penghasilan para pegawainya berlipat-lipat dibanding dengan perusahaan swasta maupun nasional lainnya. Tunjangan berupa rumah, mobil, pendidikan anak bahkan makan pun diberikan.

Beberapa kali saya
berkunjung ke sana maka saya hanya berkomentar, "Betapa beruntungnya mereka yang tinggal dan bekerja di tempat ini!" Mereka hidup di sebuah komplek yang terisolir dari dunia Bontang. Pagar-pagar mereka kokoh berdiri dan lengkap dengan petugas keamanan yang membuat komplek perumahan itu terisolir dari dunia luar.

Penghasilan besar yang mereka dapat, -mungkin sebab sulit untuk mendapatkan mustahik-, maka kewajiban zakat dan sedekah pun barangkali tak tersalurkan. Namun meski demikian hal yang menjadi hak Allah adalah tetap menjadi hak-Nya. Dimana suatu saat Dia pun akan menagihnya.

Sore itu saya diminta bersilaturrahmi dengan sebuah majlis taklim kaum ibu di sana. Tema yang diminta membuat saya berpikir keras untuk mencari referensinya. BEROBAT DENGAN SEDEKAH!!! "Darimana saya harus memulai...?" saya membatin.

Alhamdulillah atas izin Allah Swt ceramah pengantar yang saya berikan terasa nikmat. Jangankan untuk mereka kaum ibu yang mendengarkannya, saya sendiri saja merasakan kenikmatan itu. Rupanya Allah Swt memberi keberkahan pada majlis kami saat itu. Tanpa terasa saya dapati beberapa 'ilmu ladunni' yang Allah berikan. Sehingga saya belajar saat mengajar. Menjadi mengerti bersama orang-orang yang mencari pemahaman.

Allah mewariskan ilmu yang diketahui seseorang, asalkan ia mengamalkan ilmu yang sudah pernah ia ketahui. (Muhammad Saw)

Usai pembicaraan kurang lebih sekitar setengah jam, maka saya menawarkan kepada peserta majlis untuk bertanya dan berdialog. Di sana rupanya ada seorang ibu berusia lebih dari 40 tahun, sebutlah namanya Reni. Tiba-tiba ia mengacungkan tangan dan ternyata ia bukan hendak bertanya akan tetapi ia ingin berbagi pengalaman kepada semua peserta yang hadir. Reni pun memulai kisahnya:

Kira-kira 17 tahun yang lalu Reni hamil untuk pertama kali. Allah Swt menakdirkan bahwa Reni keguguran. Maka dari Bontang, ia pun diantar oleh suaminya pergi ke Balikpapan dengan pesawat untuk berobat ke seorang dokter terkenal di sana bernama Yusfa. Akhirnya Reni dikuret rahimnya.

Sepulangnya dari Balikpapan, Reni mendapati dari qubulnya selalu keluar darah dalam jumlah banyak. Bahkan lebih banyak dari menstruasi rutin. Apalagi bila ia bangun tidur, ia dapati kasur dan sprei selalu bersimbah darah. Ia panik dan kalut mengatasi hal ini. Maka ia pun kembali lagi ke Balikpapan bersama suaminya untuk berobat ke dokter Yusfa.

Sayangnya sang dokter tidak mengerti sebab pendarahan hebat ini. Maka yang terjadi adalah kali itu Reni dikuret lagi. Sakit dan perih, itulah yang dirasakan Reni!

Namun pendarahan itu masih tetap saja terjadi, padahal hampir setiap dua hari sekali Reni dan suami terbang Bontang-Balikpapan untuk mengkonsultasikan penyebab pendarahan ini. Namun tindakan yang diambil oleh dokter Yusfa hanyalah mengkuret rahim Reni. Reni dan suami hanya bisa pasrah dan berharap pertolongan Allah Swt atas musibah ini.

Kejadian ini berlangsung cukup lama. Hingga tubuh Reni bertambah ringkih, rumah tangga tak terurus, uang tabungan terkuras dan suami tidak bisa bekerja tenang sebab harus sibuk mengurusi Reni. Sepertinya ada sebuah cobaan besar yang sedang Allah Swt timpakan kepada Reni dan suaminya.

Reni & suami terus berdoa kepada Allah Swt agar diberi jalan keluar dari masalah ini.

Hingga akhirnya Allah Swt pun mendengar dan mengijabah doa mereka

Hari itu Reni dan suami hendak terbang ke Balikpapan untuk berkonsultasi dengan dokter Yusfa. Namun ada suara hati yang berbisik pada diri Reni. Ia bawa sejumlah uang dalam jumlah besar. Uang itu bukan ia niatkan untuk bayar biaya pengobatan, akan tetapi ada sebuah cita-cita mulia di sana yang ingin ia wujudkan. Cita-cita itu adalah, "AKU INGIN BERSEDEKAH!" Sejumlah uang itu pun ia masukkan ke dalam tas tangan yang Reni bawa.

Pesawat telah membawa Reni dan suaminya pergi menuju Balikpapan. Setibanya di bandara Sepinggan, Balikpapan Reni berjalan tertatih dipapah oleh sang suami. Dengan susah payah, Reni pun akhirnya tiba di dalam ruang bandara. Di dalam hati Reni berdoa kepada Tuhannya, "Ya Allah, datangkan untukku seorang pengemis yang bisa menerima sedekahku. Izinkan aku untuk bersedekah di hari ini!"

Keinginan untuk bersedekah itu membuncah lagi di hati Reni. Sungguh ia amat berharap untuk bisa bersedekah kali itu.

Pintu keluar bandara sudah dilalui oleh Reni dan suami. Subhanallah, tiba-tiba ada seorang pria berpakaian lusuh menyapa Reni dan menjulurkan tangan tanda minta sedekah. Reni bergembira dan yakin bahwa inilah ijabah doa dari Allah Swt.

Tanpa banyak berpikir, ia merogoh tas tangannya. Sejumlah uang yang sudah disiapkan ia berikan ke tangan pengemis itu. Maka pengemis dan suami Reni melongo melihat jumlah uang yang Reni sedekahkan. Reni pun melanjutkan langkahnya bersama suami dan kemudian mereka masuk ke dalam sebuah taksi untuk pergi ke rumah sakit tempat dokter Yusfa berpraktek.

"Untuk apa uang sebanyak itu kau sedekahkan?! " tanya sang suami. Reni menjawab dengan yakin, "Boleh jadi dengan sedekah itu Allah Swt menyembuhkan penyakitku, Pa!" Mendapati jawaban seperti itu suami Reni tidak banyak mendebat. Memang di saat-saat seperti ini, hanya pertolongan Allah saja yang dapat menyelamatkan mereka.

Seperti kali sebelumnya, tidak ada jawaban positif dari dokter Yusfa atas penyebab pendarahan yang keluar dari qubul Reni. "Hingga saat ini, saya belum tahu pasti apa penyebabnya" jelas dokter Yusfa.

Maka Reni dan suami pun kembali ke Bontang tanpa hasil memuaskan.

Pendarahan hebat masih terus terjadi dari rahim Reni setiap hari. Reni hanya bisa bersabar dan pasrah atas takdir yang telah Allah Swt tetapkan pada dirinya. Pagi itu, Reni tengah berada di dapur untuk membuat masakan ringan. Tiba-tiba terasa olehnya ada sesuatu yang tidak beres di perutnya dan ia pun ingin pergi ke toilet. Rasa ingin buang air itu seperti tak terkendali ... Hingga Reni harus berlari sebab khawatir ia tak kuasa menahannya.

Atas izin Allah Swt ia kini sudah berada di kamar mandi. Namun hanya pakaian luar saja yang sempat ia buka, sedangkan pakaian dalam tak sempat ia tanggalkan. Rupanya ada segumpal daging penuh darah yang keluar dari qubul Reni dan ternyata ia tidak mau buang air. Segumpal daging penuh darah itulah rupanya yang membuat Reni terdesak untuk buang air.

Merasa aneh dengan segumpal daging itu, maka Reni mengambil sebuah kantong plastik kecil dan memasukkannya ke dalam kantong tersebut. Reni berpikir bahwa ia harus menanyakannya kepada dokter Yusfa tentang benda aneh ini.

Pagi itu adalah jadwal Reni berkonsultasi dengan dokter Yusfa. Ia seperti biasa pergi ke Balikpapan didampingi oleh suaminya. Konsultasi kali itu, seperti biasa tidak memberikan perkembangan ke arah positif sama sekali. Hampir saja Reni putus asa dengan keadaan ini.

Namun tiba-tiba ia teringat akan kejadian aneh kemarin pagi. Lalu ia pun merogohkan tangannya ke dalam tas dan mencari-cari plastik kecil berisi segumpal daging penuh darah. Ia keluarkan plastik kecil itu dan ia sodorkan kepada dokter Yusfa. Kejadian aneh kemarin pagi itu diceritakan oleh Reni kepada dokter Yusfa.

Dokter Yusfa menerima plastik berisikan benda aneh itu. Dahinya berkerut tanda bahwa ia berpikir keras tentang benda ini. Dan beliau pun berkata, "Ibu dan bapak mohon tunggu sebentar di sini. Saya akan pergi ke laboratorium untuk memeriksakan hal ini!"

Saat dokter Yusfa pergi meninggalkan ruangannya, Reni dan suami hanya berharap bahwa dokter Yusfa akan datang membawa sebuah berita gembira untuk mereka.

Kira-kira 20 menit kemudian dokter Yusfa datang sambil berlari. Ya berlari, bukan berjalan! Begitu pintu terbuka dokter pun berteriak dengan nada keras, "Alhamdulillah bu Reni.... Alhamdulillah. ...!!! Saya baru mengerti rupanya pendarahan selama ini disebabkan kanker rahim yang ibu alami... dan benda ini adalah kanker rahim tersebut. Cuma saya hanya mau bertanya bagaimana cara kanker ini bisa gugur dengan sendirinya.. .?!"

Subhanalllah. ... rupanya penyebab pendarahan hebat selama ini adalah sebuah kanker yang tidak dapat terdeteksi. Pertanyaan terakhir dari dokter Yusfa tak mampu dijawab langsung oleh Reni. Namun Reni hanya mampu bersyukur kepada Allah bahwa akhirnya pertolongan itu datang juga untuknya setelah penantian yang cukup lama. Akhirnya pendarahan pun terhenti begitu saja, dan rupanya pertolongan Allah Swt tiba setelah Reni bersedekah dengan sejumlah harta yang sudah ia cita-citakan.

"Sembuhkan penyakit kalian dengan cara sedekah. Lindungi harta yang kalian miliki dengan zakat." HR. Baihaqi

Sedekah sungguh sebuah perkara yang mengagumkan. Apakah anda pernah mengalaminya?

Semoga bermanfaat bagi yang membacanya .....
.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Barakallahufikum ....

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Kisah Zulaibib dan Bidadari

Kisah Zulaibib dan Bidadari Kumpulan Cerita Islam (KCI)  :  Kisah  Zulaibib dan Bidadari Di sudut kota Madinah, tingga...