Thursday, June 29, 2017

Cleric of Al-Quran VS Killer

Al-Quran really has become a grip in every breath and step of his life. Every activity in his life is always coupled with the Koran. He is the best student of Ibn Abbas Radhiyallahu 'anhuma, ie Said bin Jubair. Although he is black, but has a brilliant white person with high morals and devotion. The scholars of the tabiin, until Imam Ahmad said,

والله لقد قتل سعيد بن جبير, وما المسلمين, إلا وهو بحاجة إلى علمه

'It has killed Said bin Jubair. Whereas all the Muslims of the earth need the knowledge of Said bin Jubair. '(Al-Bidayah wa an-Nihayah, 12/467).


Illustration Drawings

Said bin Jubair died killed by Hajaj bin Yusuf ats-Tsaqafi. The governor of Mecca, Medina, Thaif and Iraq. He is known as a cruel ruler, killing many scholars and Muslims. It was he who killed Abdullah bin Zubair Radhiyallahu 'anhu, the grandson of Abu Bakr as-Siddiq Radhiyallahu' anhu.

Said bin Jubair, was once a state fugitive with Abdurrahman Ibnul Asy'ats. After Ibn al-Ash'at was arrested, Said fled to Asfahan. When his escape was known, he moved to Mecca. Once known to his existence, he did not move. "By Allah, I am ashamed of God, where I must flee, and there is no place to escape from the taqdir of Allah."

After the troops surrounded his house Said, they knocked on the door loudly. After Said opened the door, and watched their faces, he said,

حسبنا الله ونعم الوكيل, ماذا تريدون?

"We pass on to God, and He is the best place to depend on. What do you want? "

"Hajjaj wants to meet you now." They replied.

"Wait a minute." She showered, put on perfume, hair oil, and put on her shroud. Then out of the house while praying,

اللهم يا ذا الركن الذي لا يضام, والعزة التي لا ترام, اكفني شره

O God, The ingredient of an unbeatable shelter. The Owner of strength, no one is able to reach it.

Said met Hajjaj in a very angry state, he delivered his greetings,

السلام على من اتبع الهدى

Salvation for those who follow the path of instruction.

This is the greeting of Moses to Pharaoh.

"What's your name?" Hajjaj asked.

"Said bin Jubair."

"Wrong, you Syaqy bin Kasir. (The wretched man of bin perish). "Tukas Hajjaj.

"My mother knows best about my name."

"You are wretched, your mother is wretched," said Hajjaj.

"The matter of unseen (woe in the afterlife), only God knows." Said replied.

"What do you think of Muhammad?" Asked Hajjaj.

"Nabiyul Huda, Imamul Rahmah (Prophet of Guidance, Leader of Compassion)."

"What do you think of Ali?" Asked Hajjaj.

"He has gone to God, the priest of Huda (the dreamer of righteousness)."

"Then what do you think of me?" Asked Hajjaj.

"The tyrant, who will meet God with the blood of the Muslims."

"Bring gold and silver." Pinta Hajjaj.

The troops came with two gold and silver buckets and poured directly in front of Said.

"What the hell is this, Hajjaj? If you are going to give up this thing in order to redeem God's judgment, it is a good deed for you. If this is the treasure that you have taken from the poor in an arrogant way, by Allah, the Day of Resurrection is more frightening. "

"Bring a musical instrument and a singing girl." Pinta Hajjaj.

The instrument was played in the girl while singing. Saidpun cried to wet his beard.

"What is wrong with you? You touched. "

"No. But I see this girl being forced to do something that is not the purpose she was created. "

"Why do not you laugh like us?" Asked Hajjaj.

"Because our hearts are different and not the same."

"I will turn this dinar into a blazing fire," said Hajjaj.

"If you can, you do not worship." Tukas Said.

"I'll kill you, in a way I never did to anyone else. Please choose, what way do you want? "Threatened Hajjaj.

"Instead, you choose what you want. By Allah, whatever way you use to kill me, surely Allah will reward him in the same way on the Day of Resurrection. "Threatened back Said.

"Kill him !!" orders Hajjaj.

Then Said faces Qiblah while reading the word of God,

وجهت وجهي للذي فطر السماوات والأرض حنيفا وما أنا من المشركين

"I confront my face with the Essence which created the heavens and the earth with submission. And I am not of the polytheists. "(Surat al-An'am: 79).

"Put him on the other side of the Qibla." Hajjaj's command.

Said read the word of God,

فأينما تولوا فثم وجه الله

Wherever you are, there is the face of God. (Surah Al-Baqarah: 79).

"Put him on the ground." Hajjaj's order.

Said smiled and read the word of God,

منها خلقناكم وفيها نعيدكم ومنها نخرجكم تارة أخرى

From the land We created you, to the land We give you back, and from the land We raise you up for the second time. (Sura Thaha: 55).

"Slaughter on

Ulama Al-Quran - Pembunuh

Al-Quran benar-benar telah menjadi pegangan dalam setiap nafas dan langkah hidupnya. Setiap aktivitas dalam hidupnya selalu bersanding dengan al-Quran. Beliau adalah murid terbaik Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, yaitu Said bin Jubair. Walaupun beliau berkulit hitam, tetapi memiliki pribadi putih cemerlang dengan akhlak dan ketaqwaan yang tinggi. Para ulama tabiin, hingga Imam Ahmad  mengatakan,

والله لقد قتل سعيد بن جبير، وما أحد على الدنيا من المسلمين، إلا وهو بحاجة إلى علمه

‘Telah terbunuh Said bin Jubair. Padahal semua kaum muslimin penduduk bumi  membutuhkan ilmu Said bin Jubair.’ (al-Bidayah wa an-Nihayah, 12/467).

Gambar Ilustrasi

Said bin Jubair meninggal dibunuh oleh Hajaj bin Yusuf ats-Tsaqafi. Gubernur yang memimpin wilayah Mekah, Madinah, Thaif, dan Iraq. Dia dikenal sebagai penguasa yang kejam, membunuh banyak ulama dan kaum muslimin. Dialah yang membunuh Abdullah bin Zubair Radhiyallahu ‘anhu, cucu Abu Bakr as-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu.

Said bin Jubair, dulu pernah menjadi buron negara bersama Abdurrahman Ibnul Asy’ats. Setelah Ibnul Asy’at berhasil ditangkap, Said melarikan diri ke Asfahan. Ketika tempat pelariannya diketahui, beliau pindah ke Mekah. Setelah diketahui keberadaanya, beliau tidak pindah. “Demi Allah, saya malu kepada Allah, ke mana saya harus lari, dan tidak ada tempat menghindari dari taqdir Allah.”

Setelah pasukan mengepung rumahnya Said, mereka mengetuk pintu dengan keras. Setelah Said membukakan pintu, dan memperhatikan wajah-wajah mereka, beliau mengatakan,

حسبنا الله ونعم الوكيل ، ماذا تريدون؟

“Kami pasrahkan kepada Allah, dan Dia sebaik-baik tempat bergantung. Apa yang kalian inginkan?”

“Hajjaj ingin ketemu kamu sekarang.” Jawab mereka.

“Tunggu sebentar.” Beliaupun mandi, memakai minyak wangi, minyak rambut, dan memakai kain kafannya. Lalu keluar rumah sambil berdoa,

اللهم يا ذا الركن الذي لا يضام، والعزة التي لا ترام، اكفني شرّه

Ya Allah, Dzat pemilik tempat berlindung yang tidak terkalahkan. Sang Pemilik kekuatan, tidak ada satupun yang mampu menggapainya.

Said menemui Hajjaj dalam keadaan sangat marah, beliau menyampaikan salam,

السلام على من اتبع الهدى

Keselamatan bagi mereka yang mengikuti jalan petunjuk.

Ini adalah salamnya Musa kepada Firaun.

“Siapa namamu?” tanya Hajjaj.

“Said bin Jubair.”

“Salah, kamu Syaqy bin Kasir. (orang celaka bin binasa).” Tukas Hajjaj.

“Ibuku paling tahu tentang namaku.”

“Kamu celaka, ibumu celaka.” Kata Hajjaj.

“Masalah ghaib (celaka di akhirat), hanya Allah yang tahu.” Jawab Said.

“Apa pendapatmu tentang Muhammad?” tanya Hajjaj.

“Nabiyul Huda, Imamul Rahmah (Nabi pembawa petunjuk, Pemimpin kasih sayang).”

“Apa pendapatmu tentang Ali?” tanya Hajjaj.

“Beliau telah menuju Allah, imam Huda (pemimpi kebenaran).”

“Lalu apa pendapatmu tentang diri saya?” tanya Hajjaj.

“Orang dzalim, yang akan bertemu Allah dengan menanggung darah kaum muslimin.”

“Bawakan emas dan perak.” Pinta Hajjaj.

Para pasukan datang membawa dua ember emas dan perak dan langsung dituang di depan Said.

“Apa-apaan ini, Hajjaj? Jika kamu hendak sedekahkan barang ini agar bisa menebus hukuman Allah, itu amal soleh bagimu. Jika ini harta yang kamu rampas dari si miskin dengan cara sombong, demi Allah, hari kiamat lebih menakutkan.”

“Bawakan alat musik dan gadis penyanyi.” Pinta Hajjaj.

Alat musik itu dimainkan di gadis sambil bernyanyi. Saidpun menangis hingga membasahi jenggotnya.

“Kamu kenapa? Kamu terenyuh.”

“Tidak. Tapi saya melihat gadis ini dipaksa melakukan sesuatu yang bukan tujuan dia diciptakan.”

“Mengapa kamu tidak ikut tertawa seperti kami?” tanya Hajjaj.

“Karena hati kita berbeda dan tidak sama.”

“Aku akan ganti dinar ini menjadi api yang menyala.” Kata Hajjaj.

“Kalau kamu bisa, kamu tak sembah.” Tukas Said.

“Akan kubunuh kamu, dengan cara yang tidak pernah kulakukan pada orang lain. Silahkan pilih, cara apa yang kamu inginkan?” ancam Hajjaj.

“Sebaliknya, kamu pilih cara apa yang kamu inginkan. Demi Allah, cara apapun yang kau gunakan untuk membunuhku, pasti Allah akan membalasnya dengan cara yang sama pada hari kiamat.” Ancam balik Said.

“Bunuh dia!!” perintah Hajjaj.

Kemudian Said menghadap kiblat sambil membaca firman Allah,

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan tunduk. Dan saya bukan termasuk orang musyrikin.” (QS. Al-An’am: 79).

“Hadapkan dia ke selain arah kiblat.” Peritah Hajjaj.

Said membaca firman Allah,

فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ

Kemanapun kalian menghadap, di sana ada wajah Allah. (QS. Al-Baqarah: 79).

“Telungkupkan dia ke tanah.” Perintah Hajjaj.

Said tersenyum dan membaca firman Allah,

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى

Dari tanah Kami ciptakan kalian, ke tanah Kami kembalikan kalian, dan dari tanah Kami bangkitkan kalian untuk yang kedua kalinya. (QS. Thaha: 55).

“Sembelih dia.” Perintah Hajjaj.

Seketika itu Said berdoa,

اللهم لا تسلط هذا المجرم على أحد بعدي

“Ya Allah, jangan beri kesempatan orang dzalim ini untuk membunuh seorangpun setelah dia membunuhku.”

Beliau meninggal, wafat untuk beristirahat dari kejahatan penguasa dzalim, dan Allah ijabahi doanya.

Setelah kejadian itu, Hajjaj jatuh sakit. Keluar penyakit kulit di sekujur tubuhnya. Dia sakit sebulan penuh, tidak bisa merasakan makanan dan minuman, dan tidak bisa tidur nyenyak.

Setiap kali dia tidur, dia selalu bermimpi berenang di sungai darah. Dia selalu mengatakan, ‘Bagaimana nasibku dengan Said…bagaimana nasibku dengan Said…’ hingga dia mati.

Ibnu Jarir mengatakan, tahun kematian Said dikenal dengan tahun Ulama. Karena pada tahun itu, banyak ulama Madinah yang wafat. Dimulai dari Ali bin Husain Zainul Abidin (cucu Ali bin Abi Thalib), Urwah bin Zubair, Said bin Musayib, Abdurrahman bin Harits, dan Said bin Jubair. (al-Bidayah wa an-Nihayah, 9/115).

Allahu a’lam. Silakan tekan share jika kisah Said ini jika dirasa bermanfaat untuk teman atau saudara kita. Wassalam.

The Real Story of Muslim Youth In The Elevator With American Women


Takbiasa.com - This is a story taken from various sources. A real story that is very interesting and inspirational to be taken lesson for us all. A story, which may be on this day we should reflect on each of us, what have we done to what Allah forbid?

And Allah will always help His patient, patient servant in obedience to Him and stay away from His prohibition. Here is the story delivered by Shaykh Muhammad Hassan (may Allah guard it):

Word of Allah:

قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم ويحفظوا فروجهم ذلك أزكى لهم إن الله خبير بما يصنعون. وقل للمؤمنات يغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن ولا يبدين زينتهن إلا ما ظهر منها

Say to the believer: "Let them restrain their sight, and keep their cock; That is more holy to them, Allah is well acquainted with what they do. " Say to the believing woman: "Let them withhold their sight, and their cock, and let not their jewelry be seen, except that (as is) visible from him (QS.An Nuur: 30-31)

A story from a young man, one of the young Muslims in America, this young man from Morocco, he is a very poor Moroccan boy. In a visit, I asked him about it. This young man is about 24 or 25 years old. They replied: MasyaAlloh, he is now in good condition, so I asked what happened, they replied: he is now a millionaire. I also asked: millionaire? Is he gambling or doing something? They replied: "No, he did not do it." Then what has happened ??

Subhanalloh, one day he was in an elevator in one of the high rise buildings, and with the will of Allah in the elevator there were many people in it. Then everyone came out one by one until the boy lived with a very beautiful American woman, then the elevator moved up to several floors. The young man kept staring at the elevator floor. (Subhanalloh). There is only the young man and the woman, but he does not look at him though. She was beautiful ... that was a strong slander ..., and she never looked at her. The woman (when they were really together then) was afraid, for fear it might be raped, but the young man did not look at him at all. The woman then curiously kept looking at the gestures and how she was not looking at him. She was confused and surprised. The woman but still feel very afraid, then they come to the floor where the young man came out, so he came out of the elevator. The woman follows her and dismisses the young man (the young man is gifted with fluent English and a radiant face).

The woman asked the young man: "Am I not pretty ???"

He replied: "I do not know !! I do not look at you "

The woman said: "why? Why do not you look at me ?! Am I not pretty ?? !! "

The young man replied: "my religion forbids me from it"

(Subhanalloh)

The woman then asked the young man again: "why do not you try to kiss or rape (me) ?! "(Naudzubillah)

The young man replied: "no ,, I try to take refuge in Allah, I am afraid of Allah"

The woman then asked: where is Allah ?? Where is Allah you fear so much?

Then the young man began to explain some sentences about Islam and tauhid.

The woman said: Is it Islam that forbids you from looking at me, not letting you do harmful actions? "

He said: "yes". And he then explains to him.

The woman then said: "would you marry me ??"

He said: "I am a Muslim, what is your religion ??"

The woman said: "I am not a Muslim"

He said: "this is not allowed"

The woman said: "If I go into your religion, will you marry me?"

He said: "yes"

The woman said: "what should I do ??"

He said: "do this and this (while advising)"

So Allah made the man as the cause of the woman enter Islam, just by bowing the view. Know he just lowered his gaze. Will our youths think like that ?? A very rare occurrence. One of the most precious teachings, and it may be difficult for us.

She married her and gave all her wealth, and the young man got great luck as our brothers have told me, this young man with the gift of Allah having a beautiful wife. Then it becomes better than the red camel (treasured treasure, pent) with the cause of its entry
Google Terjemahan untuk Bisnis:Perangkat PenerjemahPenerjemah Situs Web

Kisah Nyata Pemuda Muslim Dalam Lift Bersama Wanita Amerika



tidakbiasa.com - Ini adalah sebuah kisah yang diambil dari berbagai sumber. Sebuah kisah nyata yang sangat menarik dan inspiratif untuk bisa diambil pelajarannya bagi kita semua. Sebuah kisah, yang mungkin pada hari ini kita selayaknya bercermin pada diri kita masing-masing, apakah yang selama ini diri kita perbuat terhadap apa-apa yang Alloh larang?

Dan Alloh akan selalu menolong hambaNya yang sabar lagi ikhlas dalam menjalankan ketaatan kepadaNya dan menjauhi laranganNya. Berikut kisah yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad Hassan (semoga Alloh menjaganya):

Firman Alloh:

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ . وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya (QS.An Nuur:30-31)

Sebuah kisah dari seorang pemuda, salah satu dari pemuda muslim di Amerika, pemuda ini berasal dari Maroko, dia adalah pemuda Maroko yang sangat miskin. Dalam sebuah kunjungan, saya menanyakan tentangnya.  Pemuda ini berusia sekitar 24 atau 25 tahun. Mereka menjawab: MasyaAlloh, dia sekarang dalam kondisi baik, maka saya bertanya apa yang terjadi, mereka menjawab: dia kini menjadi seorang jutawan. Saya pun bertanya: jutawan? Apakah dia berjudi atau melakukan sesuatu?. Mereka menjawab: “Tidak, dia tidak melakukakannya”. Lalu apa yang telah terjadi??

Subhanalloh, suatu hari dia berada dalam sebuah lift di salah satu gedung  bertingkat, dan dengan kehendak Alloh dalam elevator tersebut ada banyak orang didalamnya. Lalu semua orang keluar satu persatu hingga tinggallah hanya si pemuda tadi dengan seorang wanita Amerika yang sangat cantik, kemudian lift itupun bergerak ke atas hingga beberapa lantai. Pemuda tersebut tetap menatap lantai lift. (Subhanalloh). Disana hanya ada si pemuda dan si wanita tersebut, tapi dia tidak menatapnya sekalipun. Wanita itu cantik… yang itu merupakan fitnah yang kuat…, dan dia tidak pernah menatap wanita itu. Wanita itu (ketika mereka benar-benar berdua saat itu) merasa takut, karena khawatir mungkin saja akan diperkosa, tapi pemuda tersebut tidak menatapnya sama sekali. Wanita itu kemudian penasaran terus melihat gerak-gerik dan bagaimana dia tidak menatapnya. Dia merasa bingung dan heran. Wanita itu tapi tetap merasa sangat takut, maka sampailah mereka dilantai dimana pemuda tersebut keluar, maka dia pun keluar dari lift. Wanita tersebut mengikutinya dan memberhentikan si pemuda (pemuda tersebut di karuniai bahasa inggris yang lancar dan wajah yang bercahaya).

Wanita tersebut bertanya kepada si pemuda: “Apakah aku tidak cantik???”

Dia menjawab: “saya tidak tahu!! Saya tidak melihat kearahmu”

Wanita tersebut berkata: “mengapa? Mengapa kau tidak menatapku?! Apa aku tidak cantik??!!”

Pemuda itu menjawab: “agamaku melarangku dari hal itu”

(subhanalloh)

Wanita itu kemudian bertanya lagi kepada si Pemuda: “mengapa kau tidak mencoba mencium atau memperkosa(ku)?! ” (Naudzubillah)

Pemuda itu menjawab: “tidak,, saya berusaha untuk berlindung kepada Alloh, saya takut pada Alloh”

Wanita itu kemudian bertanya: dimana Alloh?? Dimana Alloh yang begitu kau takuti itu?

Kemudian pemuda itu mulai menjelaskan beberapa kalimat tentang islam dan tauhid.

Wanita itu berkata: Islamkah yang melarangmu dari menatapku, tidak membiarkanmu melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan?”

Dia berkata: “ya”. Dan dia kemudian menjelaskan kepadanya.

Wanita itu kemudian berkata: “maukah kau menikah denganku??”

Dia berkata: “saya seorang muslim, apa agamamu??”

Wanita itu berkata: “saya bukan seorang muslim”

Dia berkata: “hal ini tidak diperbolehkan”

Wanita itu berkata: “jika aku masuk kedalam agamamu, maukah kau menikah denganku??”

Dia berkata: “ya”

Wanita itu berkata: “apa yang harus aku lakukan??”

Dia berkata: “lakukan ini dan ini (sambil memberi saran)”

Maka Alloh menjadikan laki-laki tersebut sebagai sebab wanita itu masuk islam, hanya dengan menundukkan pandangan. Ketahuilah dia hanya menundukkan pandangannya. Akankah para pemuda kita berpikiran seperti itu?? Suatu hal yang sangat jarang terjadi. Salah satu ajaran yang sangat berharga, dan hal ini mungkin sulit terjadi pada kita.

Dia (wanita) menikahinya (pemuda) dan memberikan semua kekayaannya, dan pemuda itupun mendapat keberuntungan yang besar sebagaimana saudara-saudara kita telah menceritakannya padaku,  pemuda ini dengan karunia Alloh mempunyai seorang istri yang cantik. Maka hal ini menjadi  lebih baik daripada unta merah (harta yang berharga, pent) dengan sebab masuknya wanita itu ke dalam Islam, dan wanita itu juga mempunya semua kekayaan ini. Maka benarlah apa yang Alloh katakan seperti yang Dia firmankan dalam Al-Qur’an: QS at-talaq ayat 3:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Saya bersumpah demi ALLOH, saya bersumpah demi Alloh, barangsiapa yang takut pada Alloh, Alloh akan memnyediakan baginya apa-apa yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Dia menundukkan pandangan dari apa yang Alloh telah melarangnya.

(diterjemahkan oleh bintu sayadi dari video Syaikh Muhammad Hassan diwww.islamic-emirates.com). Yuk bantu share kisah ini ke teman-teman kita. Semoga bermanfaat.

Kisah Nyata : KEAJAIBAN SEDEKAH YANG MENAKJUBKAN

Kisah Nyata : KEAJAIBAN SEDEKAH YANG MENAKJUBKAN



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Di Bontang, Kalimantan Timur ada sebuah perusahaan kaya raya dengan fasilitas yang luar biasa bagi karyawannya. Penghasilan para pegawainya berlipat-lipat dibanding dengan perusahaan swasta maupun nasional lainnya. Tunjangan berupa rumah, mobil, pendidikan anak bahkan makan pun diberikan.

Beberapa kali saya
berkunjung ke sana maka saya hanya berkomentar, "Betapa beruntungnya mereka yang tinggal dan bekerja di tempat ini!" Mereka hidup di sebuah komplek yang terisolir dari dunia Bontang. Pagar-pagar mereka kokoh berdiri dan lengkap dengan petugas keamanan yang membuat komplek perumahan itu terisolir dari dunia luar.

Penghasilan besar yang mereka dapat, -mungkin sebab sulit untuk mendapatkan mustahik-, maka kewajiban zakat dan sedekah pun barangkali tak tersalurkan. Namun meski demikian hal yang menjadi hak Allah adalah tetap menjadi hak-Nya. Dimana suatu saat Dia pun akan menagihnya.

Sore itu saya diminta bersilaturrahmi dengan sebuah majlis taklim kaum ibu di sana. Tema yang diminta membuat saya berpikir keras untuk mencari referensinya. BEROBAT DENGAN SEDEKAH!!! "Darimana saya harus memulai...?" saya membatin.

Alhamdulillah atas izin Allah Swt ceramah pengantar yang saya berikan terasa nikmat. Jangankan untuk mereka kaum ibu yang mendengarkannya, saya sendiri saja merasakan kenikmatan itu. Rupanya Allah Swt memberi keberkahan pada majlis kami saat itu. Tanpa terasa saya dapati beberapa 'ilmu ladunni' yang Allah berikan. Sehingga saya belajar saat mengajar. Menjadi mengerti bersama orang-orang yang mencari pemahaman.

Allah mewariskan ilmu yang diketahui seseorang, asalkan ia mengamalkan ilmu yang sudah pernah ia ketahui. (Muhammad Saw)

Usai pembicaraan kurang lebih sekitar setengah jam, maka saya menawarkan kepada peserta majlis untuk bertanya dan berdialog. Di sana rupanya ada seorang ibu berusia lebih dari 40 tahun, sebutlah namanya Reni. Tiba-tiba ia mengacungkan tangan dan ternyata ia bukan hendak bertanya akan tetapi ia ingin berbagi pengalaman kepada semua peserta yang hadir. Reni pun memulai kisahnya:

Kira-kira 17 tahun yang lalu Reni hamil untuk pertama kali. Allah Swt menakdirkan bahwa Reni keguguran. Maka dari Bontang, ia pun diantar oleh suaminya pergi ke Balikpapan dengan pesawat untuk berobat ke seorang dokter terkenal di sana bernama Yusfa. Akhirnya Reni dikuret rahimnya.

Sepulangnya dari Balikpapan, Reni mendapati dari qubulnya selalu keluar darah dalam jumlah banyak. Bahkan lebih banyak dari menstruasi rutin. Apalagi bila ia bangun tidur, ia dapati kasur dan sprei selalu bersimbah darah. Ia panik dan kalut mengatasi hal ini. Maka ia pun kembali lagi ke Balikpapan bersama suaminya untuk berobat ke dokter Yusfa.

Sayangnya sang dokter tidak mengerti sebab pendarahan hebat ini. Maka yang terjadi adalah kali itu Reni dikuret lagi. Sakit dan perih, itulah yang dirasakan Reni!

Namun pendarahan itu masih tetap saja terjadi, padahal hampir setiap dua hari sekali Reni dan suami terbang Bontang-Balikpapan untuk mengkonsultasikan penyebab pendarahan ini. Namun tindakan yang diambil oleh dokter Yusfa hanyalah mengkuret rahim Reni. Reni dan suami hanya bisa pasrah dan berharap pertolongan Allah Swt atas musibah ini.

Kejadian ini berlangsung cukup lama. Hingga tubuh Reni bertambah ringkih, rumah tangga tak terurus, uang tabungan terkuras dan suami tidak bisa bekerja tenang sebab harus sibuk mengurusi Reni. Sepertinya ada sebuah cobaan besar yang sedang Allah Swt timpakan kepada Reni dan suaminya.

Reni & suami terus berdoa kepada Allah Swt agar diberi jalan keluar dari masalah ini.

Hingga akhirnya Allah Swt pun mendengar dan mengijabah doa mereka

Hari itu Reni dan suami hendak terbang ke Balikpapan untuk berkonsultasi dengan dokter Yusfa. Namun ada suara hati yang berbisik pada diri Reni. Ia bawa sejumlah uang dalam jumlah besar. Uang itu bukan ia niatkan untuk bayar biaya pengobatan, akan tetapi ada sebuah cita-cita mulia di sana yang ingin ia wujudkan. Cita-cita itu adalah, "AKU INGIN BERSEDEKAH!" Sejumlah uang itu pun ia masukkan ke dalam tas tangan yang Reni bawa.

Pesawat telah membawa Reni dan suaminya pergi menuju Balikpapan. Setibanya di bandara Sepinggan, Balikpapan Reni berjalan tertatih dipapah oleh sang suami. Dengan susah payah, Reni pun akhirnya tiba di dalam ruang bandara. Di dalam hati Reni berdoa kepada Tuhannya, "Ya Allah, datangkan untukku seorang pengemis yang bisa menerima sedekahku. Izinkan aku untuk bersedekah di hari ini!"

Keinginan untuk bersedekah itu membuncah lagi di hati Reni. Sungguh ia amat berharap untuk bisa bersedekah kali itu.

Pintu keluar bandara sudah dilalui oleh Reni dan suami. Subhanallah, tiba-tiba ada seorang pria berpakaian lusuh menyapa Reni dan menjulurkan tangan tanda minta sedekah. Reni bergembira dan yakin bahwa inilah ijabah doa dari Allah Swt.

Tanpa banyak berpikir, ia merogoh tas tangannya. Sejumlah uang yang sudah disiapkan ia berikan ke tangan pengemis itu. Maka pengemis dan suami Reni melongo melihat jumlah uang yang Reni sedekahkan. Reni pun melanjutkan langkahnya bersama suami dan kemudian mereka masuk ke dalam sebuah taksi untuk pergi ke rumah sakit tempat dokter Yusfa berpraktek.

"Untuk apa uang sebanyak itu kau sedekahkan?! " tanya sang suami. Reni menjawab dengan yakin, "Boleh jadi dengan sedekah itu Allah Swt menyembuhkan penyakitku, Pa!" Mendapati jawaban seperti itu suami Reni tidak banyak mendebat. Memang di saat-saat seperti ini, hanya pertolongan Allah saja yang dapat menyelamatkan mereka.

Seperti kali sebelumnya, tidak ada jawaban positif dari dokter Yusfa atas penyebab pendarahan yang keluar dari qubul Reni. "Hingga saat ini, saya belum tahu pasti apa penyebabnya" jelas dokter Yusfa.

Maka Reni dan suami pun kembali ke Bontang tanpa hasil memuaskan.

Pendarahan hebat masih terus terjadi dari rahim Reni setiap hari. Reni hanya bisa bersabar dan pasrah atas takdir yang telah Allah Swt tetapkan pada dirinya. Pagi itu, Reni tengah berada di dapur untuk membuat masakan ringan. Tiba-tiba terasa olehnya ada sesuatu yang tidak beres di perutnya dan ia pun ingin pergi ke toilet. Rasa ingin buang air itu seperti tak terkendali ... Hingga Reni harus berlari sebab khawatir ia tak kuasa menahannya.

Atas izin Allah Swt ia kini sudah berada di kamar mandi. Namun hanya pakaian luar saja yang sempat ia buka, sedangkan pakaian dalam tak sempat ia tanggalkan. Rupanya ada segumpal daging penuh darah yang keluar dari qubul Reni dan ternyata ia tidak mau buang air. Segumpal daging penuh darah itulah rupanya yang membuat Reni terdesak untuk buang air.

Merasa aneh dengan segumpal daging itu, maka Reni mengambil sebuah kantong plastik kecil dan memasukkannya ke dalam kantong tersebut. Reni berpikir bahwa ia harus menanyakannya kepada dokter Yusfa tentang benda aneh ini.

Pagi itu adalah jadwal Reni berkonsultasi dengan dokter Yusfa. Ia seperti biasa pergi ke Balikpapan didampingi oleh suaminya. Konsultasi kali itu, seperti biasa tidak memberikan perkembangan ke arah positif sama sekali. Hampir saja Reni putus asa dengan keadaan ini.

Namun tiba-tiba ia teringat akan kejadian aneh kemarin pagi. Lalu ia pun merogohkan tangannya ke dalam tas dan mencari-cari plastik kecil berisi segumpal daging penuh darah. Ia keluarkan plastik kecil itu dan ia sodorkan kepada dokter Yusfa. Kejadian aneh kemarin pagi itu diceritakan oleh Reni kepada dokter Yusfa.

Dokter Yusfa menerima plastik berisikan benda aneh itu. Dahinya berkerut tanda bahwa ia berpikir keras tentang benda ini. Dan beliau pun berkata, "Ibu dan bapak mohon tunggu sebentar di sini. Saya akan pergi ke laboratorium untuk memeriksakan hal ini!"

Saat dokter Yusfa pergi meninggalkan ruangannya, Reni dan suami hanya berharap bahwa dokter Yusfa akan datang membawa sebuah berita gembira untuk mereka.

Kira-kira 20 menit kemudian dokter Yusfa datang sambil berlari. Ya berlari, bukan berjalan! Begitu pintu terbuka dokter pun berteriak dengan nada keras, "Alhamdulillah bu Reni.... Alhamdulillah. ...!!! Saya baru mengerti rupanya pendarahan selama ini disebabkan kanker rahim yang ibu alami... dan benda ini adalah kanker rahim tersebut. Cuma saya hanya mau bertanya bagaimana cara kanker ini bisa gugur dengan sendirinya.. .?!"

Subhanalllah. ... rupanya penyebab pendarahan hebat selama ini adalah sebuah kanker yang tidak dapat terdeteksi. Pertanyaan terakhir dari dokter Yusfa tak mampu dijawab langsung oleh Reni. Namun Reni hanya mampu bersyukur kepada Allah bahwa akhirnya pertolongan itu datang juga untuknya setelah penantian yang cukup lama. Akhirnya pendarahan pun terhenti begitu saja, dan rupanya pertolongan Allah Swt tiba setelah Reni bersedekah dengan sejumlah harta yang sudah ia cita-citakan.

"Sembuhkan penyakit kalian dengan cara sedekah. Lindungi harta yang kalian miliki dengan zakat." HR. Baihaqi

Sedekah sungguh sebuah perkara yang mengagumkan. Apakah anda pernah mengalaminya?

Semoga bermanfaat bagi yang membacanya .....
.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Barakallahufikum ....

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Real Story: MAGAZINE MAGAZINE AMAZING

Real Story: MAGAZINE MAGAZINE AMAZING



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... In Bontang, East Kalimantan there is a wealthy company with outstanding facilities for its employees. The income of its employees is multiplied compared to other private and national companies. Allowances in the form of houses, cars, children's education and even meals are given.

Some times I am
Visit there then I just commented, "How lucky are those who live and work in this place!" They live in a complex that is isolated from the world of Bontang. Their fences stood firm and complete with security officers who made the housing complex isolated from the outside world.

The great income they can get-perhaps because it is difficult to get mustahik-, the obligations of zakat and alms may not be channeled. Yet even so the right of God is still His right. Where one day He will collect it.

That afternoon I was asked bersilaturrahmi with a majlim taklim mothers there. The theme requested made me think hard to find his references. TREAT WITH ALMS !!! "Where do I start ...?" I thought to myself.

Alhamdulillah by permission of Allah Swt introduction lecture that I give feels good. Let alone for those mothers who listen to it, I myself just feel the pleasure of it. Apparently Allah Almighty gave blessing to our majlis at that time. Without feeling I found some 'science of ladunni' that God gave. So I learned while teaching. Being understanding with people who seek understanding.

God passes on knowledge that one knows, provided that he practices knowledge that he already knew. (Muhammad, PBUH)

After about half an hour of conversation, I offered the participants to ask questions and dialogue. There seems to be a mother over the age of 40 years, call her name Reni. Suddenly he raised his hand and found that he was not about to ask but he wanted to share his experience with all the attendees. Reni also started her story:

Approximately 17 years ago Reni was pregnant for the first time. Allah SWT predicts that Reni miscarried. So from Bontang, he was escorted by her husband went to Balikpapan by plane to seek treatment to a famous doctor there named Yusfa. Finally Reni dikuret rahimnya.

Upon returning from Balikpapan, Reni found out from his qubulnya always out blood in large quantities. Even more than regular menstruation. Especially when he woke up, he found the mattress and bed sheets are always covered in blood. He panicked and frantically overcame this. So he returned again to Balikpapan with her husband to seek medical doctor Yusfa.

Unfortunately the doctor did not understand the cause of this great bleeding. So what happens is that time Reni dikuret again. Pain and pain, that's what Reni feels!

But the bleeding is still happening, but almost every two days Reni and husband fly Bontang-Balikpapan to consult the cause of this bleeding. However, the action taken by Yusfa's doctor is merely to curate Reni's uterus. Reni and husband can only surrender and hope Allah's help for this disaster.

This incident lasted long enough. Until the body Reni increased fragile, unattended households, saving money drained and husbands can not work quietly because they have to take care of Reni. There seems to be a great trials that Allah is inflicting on Reni and her husband.

Reni & husband continue to pray to Allah SWT to be given way out of this problem.

Until finally Allah SWT heard and mengijabah their prayers

That day Reni and husband were going to fly to Balikpapan to consult with doctor Yusfa. But there was a voice that whispered to Reni. He brought a large sum of money. The money is not intended to pay medical expenses, but there is a noble aspiration there that he wants to make. The ideal is, "I WANT TO GET ALERT!" Some of that money he put in the handbag that Reni brought.

The plane had taken Reni and her husband off to Balikpapan. Arriving at the airport Sepinggan, Balikpapan Reni walk trained ditapah by the husband. With difficulty, Reni finally arrived in the airport room. In the heart of Reni pray to her God, "O Allah, bring me a beggar who can receive my charity. Allow me to give charity today!"

The desire for charity was again in Reni's heart. Really he really hoped to be able to charity that time.

The airport exit was passed by Reni and husband. Subhanallah, suddenly there was a man dressed shabbilily greeted Reni and reached out his hand begging alms. Reni rejoiced and was convinced that this was the prayer of Allah.

Without thinking, he reached into his handbag. S

Yazid bin Harun, the Revered Ulama of the Sovereign

Yazid bin Harun, the Revered Ulama of the Sovereign



1001-The story of Islami.Com- In the year 118 Hijriyah, born a scholar named Yazid bin Harun bin Zadzi. The familiar call of the ethnic Bukhara, an area now in Afghanistan, is Abu Khalid. He was born and raised in the area around Baghdad, Iraq.

The teacher of Imam Ahmad bin Hambal has an extraordinary charisma. The charisma arose because of the testimony of the teachers and his disciples who knew him as a tsiqah scholar. Almost none of his teachers and students found him lacking. The hadith he has narrated is a saheeh hadeeth.

The strong recitation of Abu Khalid Yazid bin Harun was well known throughout the Muslim lands at the time. In fact, from that side, he defeated one of the teachers of Imam Syafi'i, Waqi 'bin Al-Jarrah. Imam Ahmad bin Hambal states that the strength of the transmission of hadith from Yazid ibn Aaron to the rank of mutqin is more than hafiz.

Imam Ash-Shafi'i once witnessed that Yazid ibn Harun memorized about 24 thousand hadith, following sanadnya.

In addition to the excess of rote and morals, Yazid bin Harun is known as a figure of scholars who have extraordinary powers of worship. He used to pray from Isha to Shubuh, almost without rest. And accustomed to praying from the start of Zhuhur until the time comes Ashar, also without rest. This is usually done by the clergy for 47 years.

Throughout the prayer and munajat, Yazid bin Harun often weep because of his submission to Allah swt. So often crying, scholars are firm in the matter of amar ma'ruf and this evil nahyu suffered gradually blindness. Start from the left eye, then the right.

If he is giving ta'lim in Baghdad, about 70 thousand people are present to listen to his studies. Included among them is Imam Ahmad bin Hambal.

Although as a teacher, Yazid bin Harun greatly respects Imam Ahmad bin Hambal. One time, when he was a little joking while filling in a recitation, one of the participants heard a cough. Yazid also said, "Who just cleared his throat?"

That thing he asked because of his blind physical condition and sensitivity of him in case there is something wrong from his behavior. Someone replied, "That's Ahmad bin Hambal's voice!"

Yazid bin Harun immediately stated, "Why do not you tell me that Ahmad bin Hambal is here, so I will not joke in front of you!"

It is this extraordinary charisma that makes the ruler of Al-Ma'mun dare not to manifold as long as the scholar is alive.

Al-Makmun once said, if only Yazid bin Harun did not exist, I have declared that the Qur'an is a creature.

A palace staff asked, "Why are you so reluctant with Yazid bin Aaron?"

Al-Makmun explained, I deeply recognize his charisma that is so respected and made reference by almost all of my people. If I say that, and surely Yazid bin Harun will argue with me, then the people will flare up. And that's a disaster for me!

Yazid bin Harun died at the age of 89 years in the reign of Al-Makmun, in 206 Hijriyah.

A friend of Imam Ahmad bin Hambal told of a dream he experienced. In the dream, he meets with Yazid ibn Aaron. He asked, "Are you visited by the Angel Munkar and Nakir after you are buried?"

In the dream, Yazid bin Aaron replied, "Right. They asked me: who is your Lord? What is your religion?"

Then I replied, "Is this a question like this that I asked for? Indeed, when in the world, I used to teach that to men! "

To find such an answer, the Angel Munkar and Nakir stated, "You are right. Therefore, please sleep like a newlywed. "(Muhammadnuh@eramuslim.com) / Min 'Alam As-Salaf

Source: eramuslim.com

Wednesday, June 28, 2017

Keajaiban dan Manfaat Shalat Subuh

"KEAJAIBAN DAN MANFAAT SHALAT SUBUH"
Keajaiban Sholat Shubuh , Sholat subuh yang dikerjakan pada waktu pagi petang dini hari ini memiliki keajaiban dan manfaat tersendiri baik dari sisi jasmani (kesehatan) maupun dari sisi rohani.
Sholat subuh yang jumlah roka'atnya yakni 2 roka'at memiliki rahasia-rahasia ­ dahsyat yang secara garis besarnya antara lain untuk jasmani (kesehatan), rohani, dan kesuksesan hidup. Sebagai mana dalam hadits berikut ini,
Rasulullulah SAW bersabda : “ Dua rokaat Shalat Subuh lebih baik daripada dunia danseisinya. ” (HR. Muslim).
Nah, sekarang adalah waktu yang tepat bagi kita untuk mengetahui beberapa keajaiban manfaatsholat subuh, simak berikut ini :
Manfaat sholat subuh dari sisi Jasmani (kesehatan).
- Kegiatan bangun pagi untuk melakukan aktifitas sholat subuh mampu menormalkan kinerja syaraf dan otak, di dukung dengan kondisi pagi hari memiliki kadar ozon (O3) yang cukup tinggi suhingga mampu membantu kinerja syaraf dan otak, serta mengurangi penyumbatan pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya serangan jantung
Serta sholat subuhmemiliki manfaat yang mengejutkanyakni berpotensi membawa kita menuju kesuksesan dalam hidup, sebab saat pagi hari sampai datangnya fajar adalah waktu dimana pintu-pintu rezeki dibuka lebar oleh Allah SWT.
Oleh sebab demikian, setelah melaksanakan sholat subuh yang memang terkadang kita merasa masih ngantuk dan ingin melanjutkan tidur sejenak, maka usahakanlah sebisa mungkin menahan diri untukmelanjutkan tidur, sebaliknya sangat dianjurkan untuk melanjutkan kesigiatan sholat tersebut seperti dengan berdzikir atau berdo'a.
Manfaat sholat subuh dari sisi rohani
Sholat Subuh mempunyai banyak keutamaan, di antaranya menyelamatkan dari azab, mendapat pahala setara pahala orang yang melaksanakan haji dan umrah, terbebas dari api neraka, terhindar dari kemunafikan, serta mendapat perlindungan dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “ Berpagi-pagilah ­ kalian dalam menunaikan Shalat Subuh karena itulah pahala yang paling mulia. ” (HR. Turmudzi).

Renungan Untukmu " Wahai Lelaki"

Renungan Untukmu " Wahai Lelaki"

Jangan Sentuh Hati Wanita,
Bila hanya membuatnya Kecewa...
Jangan memberikan Harapan,
Bila Tidak Bisa memberi Kelanjutan...
Jangan suka Tebari Khayalan Indah,
Bila Tak Bisa menjadikan Khayalan itu,
Hanya Bayangan semu saja ..
Jangan Engkau Iming-imingi Wanita, dengan Mimpi-mimpi Hidup Bahagia
Jika Tak akan menjadikannya Nyata... !!
Duhai Lelaki,
jika Merasa Sudah Mampu
Khitbahlah lalu Nikahilah ..
Jika Belum Mampu, Tahanlah..
Jangan Kau Pacari Dia (Wanita)
Jika Hanya Menabur Dosa Saja..
Berpuasalah Bila Kau Belum Mampu..
Ingatlah dengan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang melarang berkhalwat.
Sabda Beliau : “Janganlah sekali-kali seorang pria berduaan dengan seorang wanita, karena yang ketiganya adalah syetan.” (HR. Ahmad dengan sanad yang shahih).
karena Jika Engkau Paksakan
untuk Dia menunggu dengan
Tanpa Hubungan yang Halal,
Engkau hanya akan Menyakitinya
Pelan tapi Pasti...
karena Apa...?!
Karena ketika Kata-kata yang Sudah
Mendarat di Telinganya dan Ternyata
itu Semua Hanya Angan-angan,
Maka Tanpa Engkau Sadari yang Menantilah yang Paling Tersakiti...

SIFAT LINUWIH

SIFAT LINUWIH

Orang mempunyai ‘sifat linuwih’ misalnya bisa membaca pikiran orang, bisa berkomunikasi dengan binatang atau orang yang sudah mati, bisa berjalan di atas air, atau kesaktian-ksaktian lainnya, tetapi tentu saja dia tidak otomatis bisa disebut wali. Sebab dajjal, dukun, tukang sihir, ‘ahli hikmah’ tukang sulap atau paranormal pun bisa memperlihatkan kesaktian semacam itu.
Sebaliknya bisa saja seorang wali dalam kehidupannya sama sekali tidak tampak lain dari orang-orang biasa. Lihat saja dari kesembilan wali Tanah Jawa, yang terkenal punya kesaktian hanya Sunan Kalijogo yang mempunyai kesaktian membuat soko guru masjid Demak dari tatal dan Sunan Bonang yang mengubah buah pinang tampak menjadi emas. Jadi kewalian seseorang tidak diukur dengan keanehan dan kesaktiannya, perilaku ataupun pakaiannya melainkan kedekatan dan ketakwaan kepada Allah.
(sumber: Fikih Keseharian Gus Mus)

10 kunci sukses membina rumah tangga

10 kunci sukses membina rumah tangga
(Harus Baca-gak baca Nyesel)
1. Jangan melihat ke belakang terutama dengan membandingkan dengan masa lalu. Hidup adalah kenyataan hari ini dan bukan di masa lalu.
2. Berpikir objektif dan positif
Jangan pernah su'udz zhan, dan berburuk sangka. Sikapi masalah dgn bijak dan penuh hikmah.
3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya
Untuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungk­it kekurangan yang dimiliki.
4. Saling percaya
Tanpa rasa saling percaya antara pasangan suami-istri, perkawinan tentu tak akan berjalan mulus. Membangun rasa saling percaya juga merupakan perwujudan cinta yang dewasa.
5. Memenuhi Kebutuhan Seksual
Prinsip hubungan seks yang baik adalah adanya keterbukaan dan kejujuran dalam mengungkapkan kebutuhan Anda masing-masing. Intinya, kegiatan seks adalah untuk saling memuaskan, namun perlu dihindari adanya kesan mengeksploitasi­ pasangan. Kegiatan seks yang menyenangkan akan memberikan dampak positif bagi Anda berdua.
6. Hindari pihak ketiga
Kehidupan perkawinan merupakan otonomi tersendiri, yang sebaiknya tak dicampuri oleh pihak lain, apalagi pihak ketiga. Kehadiran pihak ketiga yang ikut campur tangan atau mempengaruhi dan masuk ke wilayah otoritas keluarga, bisa menciptakan bencana bagi rumah tangga tersebut.
7. Menjaga romantisme
Terkadang, pasangan suami-istri yang sudah cukup lama membangun mahligai rumah tangga tak lagi peduli pada soal yang satu ini. Tak ada kata-kata pujian, makan malam bersama, bahkan perhatian pun seperti barang mahal. Padahal, menjaga romantisme dibutuhkan oleh pasangan suami-istri sampai kapan pun, tak cuma ketika mereka berpacaran.
8. Adakan selalu komunikasi
Komunikasi juga merupakan salah satu pilar langgengnya hubungan suami-istri. Hilangnya komunikasi berarti hilang pula salah satu pilar rumah tanga.
9. Saling memuji dan memperhatikan
Pasangan Anda perlu untuk dihargai. Memuji tak butuh biaya atau ongkos mahal. Yang dibutuhkan adalah ketulusan dan rasa cinta pada pasangan.
10. Sertakan sakralitas dalam rumah tangga
Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Karena itu, jagalah kesakralannya.
Semoga kita termasuk keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Aamiin

Cerita Motivasi

Cerita Motivasi 

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jack segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat.Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama.
Kebetulan jalan di depannya agak lenggang. Lampu berganti kuning. Hati Jack berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja.
"Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya sambil terus melaju.
Prit! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jack menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Bob, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
"Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!"
"Hai, Jack." Tanpa senyum.
"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah."
"Oh ya?" Tampaknya Bob agak ragu.
Nah, bagus kalau begitu. "Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."
"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini."
O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack harus ganti strategi.
"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala." Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
"Ayo dong Jack. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu."
Dengan ketus Jack menyerahkan SIM lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bob mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang.
Tanpa berkata-kata Bob kembali ke posnya. Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini.
Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bob.
"Halo Jack, Tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, Ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jack. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. Bob"
Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob. Namun, Bob sudah meninggalkan pos jaganya entah kemana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.

Tuesday, June 27, 2017

Anak Kecil Dalam Kereta

~ Anak Kecil dalam Kereta ~

Foto Kumpulan Kisah - Kisah Islami Penuh Inspirasi dan Hikmah.
Sering kali kita melihat masalah hanya dari kacamata pribadi. Ada sebuah kisah,..
Suatu hari ada seorang Bapak Tua bersama dengan 4 orang anaknya yang masih kecil-kecil. Mereka naik kereta ekonomi dari Jatinegara menuju Semarang. Di dalam kereta, anak-anak itu sangat ribut sehingga banyak mengganggu penumpang yang lain. Berlarian kesana kemari, teriak-teriak tawa mewarnai keceriaan mereka. Penumpang yang lain banyak yang merasa terganggu dengan tawa anak-anak kecil itu. Dan Sang Bapak Tua itupun, sepertinya tidak mau tahu dengan anggapan dan pandangan para penumpang yang merasa terganggu oleh anak-anak kecilnya.
Seorang Ibu memberanikan diri untuk menegur Bapak Tua itu agar mau mendiamkan anak-anak kecil itu, "Pak, maaf Pak. Apakah anak itu anak-anak Bapak ?"
Tanpa menjawab, Bapak Tua itu pelan-pelan mengangkat kepala dan melihat ke arah Ibu yang menegurnya, "Ada apa Bu ?" tanya Bapak Tua.
"Itu Pak, Anak Bapak. Mereka berisik dan mengganggu penumpang yang lain, tolong disuruh diam Pak. Sebagai orang tua, harusnya Bapak bisa menjaga anak-anaknya dong. Kami merasa terganggu" jawab Ibu tersebut.
"Ooo, maaf bu saya tidak bisa" jawab Bapak Tua.
"Kenapa tidak bisa ? Kan itu anak Bapak" sahut sang Ibu.
"Saya tidak tega" jawab Bapak Tua itu lagi.
"Kenapa tidak tega ?"
"Tiga hari yang lalu, mereka baru saja kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan pesawat. Sejak kecelakaan itu, mereka tidak pernah berhenti menangis. Dan baru kali ini, saya melihat mereka bisa tertawa dengan bahagianya. Saya tidak tega memberhentikan tawa mereka. Jika Ibu tega, saya mempersilahkan Ibu untuk memberhentikan tawa mereka agar mereka tidak mengganggu para penumpang yang lain" jawab Bapak Tua itu mengakhiri percakapan.
Sang Ibu kemudian kembali ke tempat duduknya, dan tidak bisa berkata apa-apa lagi sambil meneteskan air matanya. Kini, marahnya telah berubah menjadi sayang. Bencinya beberapa waktu lalu berubah menjadi simpati. Ia sangat senang melihat anak yatim-piatu tersebut bisa tertawa lepas.
Refleksi Hikmah :
Yakinlah ! pada saat kita mau membuka mata hati dan pendengaran, pastilah hidup ini akan lebih mudah untuk dipahami.
Kebencian jadi Kasih sayang.
Dendam jadi Persahabatan.
Tidak ada yang salah dalam kehidupan ini. Yang salah adalah pada saat kita tidak berusaha mau mengerti tentang kehidupan. Sungguh ! Allah menginginkan bagimu bahagia kehidupan di dunia dan di akhirat. Karena Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kisah Zulaibib dan Bidadari

Kisah Zulaibib dan Bidadari Kumpulan Cerita Islam (KCI)  :  Kisah  Zulaibib dan Bidadari Di sudut kota Madinah, tingga...