Monday, June 26, 2017

Kisah Baru Menanam Sudah Memanen Hasilnya

Kisah Baru Menanam Sudah Memanen Hasilnya

Khalifah kembali bertanya,” Engkau kan sudah tua, buat apa menanam pohon kurma? Bukankah pohon kurma baru akan berbuah setelah menunggu bertahun-tahun lamanya? Apakah engkau masih hidup saat panen buah korma dari pohon yang engkau tanam?” \
Pak tua menjawab dengan tatapan mata yang berbinar-binar penuh semangat,” Memang benar, tuanku, usia hamba memang sudah tua, kalau hamba masih sempat memanen buah korma ini ya alhamdulillah, namun sekiranya saat panen tiba hamba sudah dipanggil oleh Allah dan sudah meninggalkan dunia, ini tentu masih ada anak-anak saya yang bisa memanen buah dari pohon ini. Seandainya anak-anak dan keturunan saya pun telah tiada, bolehlah buah dari pohon ini dipetik oleh orang lewat yang membutuhkan . Dengan demikian sekali menanam pohon namun manfaatnya dapat dinikmati oleh banyak orang!”
Khalifah Umar bin Abdul Aziz terpana mendengar penjelasan Pak Tua,” Sungguh pemikiran yang baik dari seorang hamba Allah yang ikhlas .” Demikian pemikiran khalifah di dalam hati,” Pak Tua, engkau memiliki pemikiran yang sangat bagus dan bermanfaat. Aku tersentuh dengan ketulusanmu, ini ada sedikit pemberian dariku untukmu, terimalah. Semoga rizqimu berkah.” Khalifah Umar menyodorkan sekantung uang kepada Pak Tua karena ia terpesona dengan pemikirannya. Pak tua menerima pemberian itu dengan sangat bahagia ia pun berujar,” Terima kasih tuan. Baru saja menanam sudah memetik hasilnya.” Alangkah indahnya dunia ini kalau banyak orang yang berpikiran dan bertindak seperti Pak Tua yang dengan ikhlas menanam, bekerja dan berbuat untuk kepentingan banyak orang dengan tanpa pamrih untuk kebaikan, dengan niat Lillahi ta’ala mengharapkan ridho Allah SWT.
Dari cerita diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa ketika kita masih hidup mari kita berbuat atau melakukan pekerjaan bukan hanya menguntungkan diri kita pribadi tetapi bisa bermanfaat untuk orang lain setelah sepeninggalan kita. Contoh sebagai guru kita mengajarkan ilmu kepada murid secara tulus dan iklas, sebagai pemimpin membuat undang2 bukan hanya bisa dinikmati pada masa sekarang, tetapi bisa dinikmati untuk generasi sepeninggal kita.
Ketika kita dengan niat yang ikhlas dan tulus berbuat untuk orang lain maka Allah SWT akan memberikan pahala dan rezki pada saat itu juga sebagai balasan kebaikan.
Semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

Kisah Zulaibib dan Bidadari

Kisah Zulaibib dan Bidadari Kumpulan Cerita Islam (KCI)  :  Kisah  Zulaibib dan Bidadari Di sudut kota Madinah, tingga...